PMII Kembali Sholat

Merenungi Keadaan dan Kembali ke Tujuan Organisasi

Pentingnya Pendidikan Politik Sejak Dini

Contoh Kegiatan Politik Yang Tidak Mendidik

PMII Kutai Timur Gelar Konfercab

Konfercab PMII Cabang Kutai Timur

Sosok Kartini Masa Kini Telah Pergi

Sosok Inspirasi Pemudi Masa Kini

Noda Hitam Pesta Demokrasi

Pesta Lima Tahunan Yang Harus Dikawal Bersama

Potret Kesenjangan Pendidikan Di Kutai Timur


Pada era globalisasi sekarang ini, pertumbuhan dan perkembangan sebuah bangsa di semua sektor semakin pesat, tiap-tiap negara mau-tidak dituntut untuk bersaing dengan negara-negara lain agar tidak menjadi negara yang tertinggal. Dalam konteks pembangunan, pendidikan menjadi salah satu faktor penting dalam penentu kemajuan sebuah bangsa, karena majunya sebuah bangsa ditentukan oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada. Menurut Sudjana, pendidikan menjadi hal yang sangat penting peranannya dalam menentukaan nasib sebuah bangsa, karena dengan meningkatkan kualitas pendidikan pada gilirannya akan meningkatkan sumber daya manusia (S. Sudjana: 2000).

Dalam konteks pembangunan, Indonesia merupakan salah satu bangsa yang menaruh harapan besar terhadap pendidikan demi perkembangan masa depan bangsa ini. Hal ini terlihat jelas dengan lahirnya UU No 22 tahun 1999 tentang otonomi daerah yang menyatakan bahwa wewenang terbesar bidang pendidikan ada di tangan pemerintah daerah, baik menyangkut pendanaan maupun kebijakan strategis di bidang kurikulum. Tidak hanya itu, pasal 31 ayat 4 UUD 1945 dan pasal 49 UU Sisidiknas, juga menekankan anggaran pendidikan minimal 20% dari APBD.

Seiring dengan peningkatan kualitas pendidikan berdasarkan amanah UUD 45 dan UU Sisdiknas, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur yang tergolong Kabupaten cukup muda juga memaksimalkan pembangunan di sektor pendidikan, mulai dari peningkatan sarana dan prasarana, biaya sekolah gratis, bahkan sampai jenjang Perguruan Tinggi. Namun pada kenyataannya, implementasi dari UUD 45 dan UU Sisdiknas belum sepenuhnya berjalan makasimal, hal ini bisa dilihat dari pembangunan sarana prasarana pendidikan, baik yang negeri maupun swasta terlihat ada kesenjangan yang sangat tajam. Menurut penulis, pembangunan pendidikan di Kutai Timur lebih berkutat pada daerah-daerah perkotaan yang keberadaannya cukup strategis dengan kondisi geografis Kutai Timur itu sendiri. Misalnya saja kalau kita bandingkan antara sekolah swasta dengan negeri, sekolah di daerah perkotaan dan pelosok akan terlihat nyata perbandingannya. Contoh saja Sekolah Dasar At-Taubah Sangatta Selatan yang kondisinya sangat memprihatinkan, di mana ruang kelasnya hanya di skat-skat antara kelas yang satu dengan lainnya, ruang kantor administrasi berdempetan dengan ruang kelas dan hanya dibatasi skat-skat serta meja-meja belajar yang sudah mulai rapuh dan tidak layak pakai. Tidak hanya itu, sarana penunjang pembelajaran, misalnya buku-buku dan perangkat pembelajaran lainnya juga sangat minim, dan masih banyak persoalan-persoalan yang sama di daerah lain khususnya di pelosok-pelosok Kutai Timur ini.

Ini bukanlah persoalan yang sepele, mengingat pendidikan salah satu penentu masa depan bangsa, contoh saja misalnya Filipina, Singapura saat ini lebih maju dibandingkan dengan Indonesia karena pendidikan di negara tersebut sudah sangat maju dan menjadi prioritas (Sukmadinata dkk: 2006). Menurut Taulus, sarana belajar menjadi penunjang prestasi belajar apabila sarana tersebut memadai, sebaliknya dapat menjadi faktor penghambat apabila kelengkapan fasilitas belajar di sekolah kurang memadai (Taulus, 2003:81-83).

Memang sungguh miris, di balik kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah, di Kutai Timur belum terwujud pembangunan yang adil dan merata, khusunya dalam sektor pendidikan. Pemerintah dan wakil rakyat seharusnya betul-betul melihat ketimpangan-ketimpangan pembangunan yang terjadi. Dengan alasan apapun, pendidikan baik swasta maupun negeri tetap menjadi tanggungjawab pemerintah dan mereka mempunyai hak yang sama. Dalam UUD 45 jelas dinyatakan tiap-tiap orang mempunyai hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang layak, salah satunya adalah pemenuhan sarana prasarana pendidikan yang memadai. Dalam UU Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003 Bab III Pasal 45 tentang sarana dan prasarana pendidikan juga jelas dinyatakan bahwa setiap satuan pendidikan formal maupun non formal meyediakan sarana dan prasarana yang memenuhi keperluan pendidikan sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan secara fisik, kecerdasan intelektual sosial, emosional, dan kejiwaan peserta didik. (Mukhtar)




Curahan Hati Seorang Sahabat


Tetes air mata tak bersuara, itu lah yang terjadi ketika raga ini melihat kebanggaan yang diperlihatkan oleh kader dan anggota PMII Kutai Timur saat pembukaan Pelatihan Kader Dasar beberapa hari lalu. Lantunan nada serta kreatifitas yang ditunjukkan oleh kader-kader PMII menjadi bukti keseriusan dalam mewujudkan cita-cita PMII.

Hal ini mengingatkan kembali pada perjalanan PMII yang ditancabkan di bumi Mas Hitam sejak tahun 2007 silam. Begitu banyak lika-liku dan dinamika pahit getirnya cobaan dari fase-ke fase yang mewarnai perjalanan PMII terasa terobati sejenak setelah melihat kreatifitas para kader dan anggota.

Namun beberapa saat setelah merenung, kebanggaan ini dihantui rasa khawatir dengan dinamika PMII ke depan. Apakah PMII mampu bertahan bahkan menjadi lebih baik lagi dengan adanya tantangan-tantangan yang dihadapi internal maupun eksternal PMII. Seperti cerita klasik di berbgai organisasi, tidak terkecuali PMII di luar sana, ada nuansa modus romantika yang membahayakan organisasi, pada sisi lain, ada nilai, etika dan norma para kader dan anggota yang “tidak sesuai” juga menjadi ancaman bagi sebuah organisasi, dan mudah-mudahan hal ini tidak terjadi di PMII yang baru seumur jagung ini.
Dan hati kecil ini meyakini bahwa sahabat-sahabtku akan mampu menghadapi tantangan tersebut dengan sadar dan berdasarkan panggilan hati demi tujuan organisasi.

ABJAD PMII - PELANTIKAN PKC KALTIM 2015

Masyarakat Indonesia di Tengah Isu-isu Dunia




Beberapa bulan belakangan, banyak isu yang menjadi sorotan masyarakat indonesia berasal dari atau berhubungan dengan luar negeri. Sebut saja kisah pertemuan beberapa anggota DPR RI dengan salah satu calon presiden amerikat serikat, tragedy crane dan mina yang menimpa Jemaah haji di arab Saudi, Malaysia dan singapura yang merasa terganggu dengan asap Indonesia, perang di suriah yang melibatkan banyak Negara dan kelompok, gelombang pengungsi rohingya yang terombang ambing di lautan Indonesia, pengungsi suriah yang bergerak ke dataran eropa, dan masih banyak contoh kejadian lainnya.

Bila kita telaah lagi, sejatinya bukan hanya terbatas pada kejadian-kejadian di luar negeri saja yang menjadi perhatian kita belakangan ini. Akan tetapi juga pemikiran sampai ideology dari manca Negara sudah menjadi konsen masyarakat Indonesia. Kita bisa ingat ideology yang di usung ISIS pernah dan masih meresahkan kita, lalu bagaimana masyarakat juga konsen dengan syi’ah, suni dan wahabi. Bahkan pernah juga muncul tokoh-tokoh Negara lain tiba-tiba menjadi idola masyarakat indonesia. 

Beberapa saat yang lalu presiden turkey dan raja arab bahkan menjadi pujaan beberapa kalangan di Indonesia. Lebih kebelakang lagi presiden iran Ahmadinejad dan obama juga pernah jadi figure popular. Ternyata kini masyarakat Indonesia tidak hanya membahas dan konsen dalam urusan local dan nasional saja. Akan tetapi juga mulai ingin tahu, atau bahasa anak muda sekarang “kepo” dengan isu-isu lintas Negara. Ramalan tentang dunia akan menjadi seperti sebuah kampong kecil kini sepertinya telah terjadi. Apa dan bagaimana sesuatu terjadi di belahan bumi lainnya kini seperti terjadi di sudut lain kampung kita. Akan menjadi perbincangan dan perhatian serius kita.

Namun ke-ingin tahu-an masyarakat Indonesia jarang di barengi dengan pemahaman dan kemampuan yang mumpuni dalam menelaah dan meyikapi isu-isu tersebut. Banyak orang bahkan menjadi korban isu serta berita sesat dan meyesatkan. Kurang mengerti dengan bahasa asing menjadikan kita menerima kabar tidak dari sumber aslinya. Melainkan dari sumber-sumber kedua, ketiga dan seterusnya yang menterjemahkan ke dalam bahasa yang kita pahami. Tanpa tahu bahwa hal itu sangat rawan dengan penyimpangan dan penafsiran yang jauh melenceng dari berita aslinya. 

Belum lagi kalau sumber utamanyapun sarat akan kepentingan kelompok-kelompok tertentu. Sehingga menyajikan dengan tidak seimbang bahkan mungkin tidak benar. Guna mencari simpati dan pembelaan dari para penyimak. Parahnya masyarakat kita adalah masyarakat yang unik, unik karena kita mudah bersimpati, mudah percaya, mudah membenci dan mudah pula lupa. Sehingga di tengah simpang siurnya berita dan opini yang sangat kompleks tersebut kita seakan-akan terombang ambing tak tentu arah. Terkadang kita membela si-A dan tak suka si-B, tapi terkadang kebalikannya. Dan esok hari kita sama-sama mendukung keduanya untuk melawan si-C. padahal si-C dahulu adalah teman kita.

Sebuah konflik biasanya tidak sederhana, apalagi bila konflik tersebut melibatkan multi Negara. Tentu akan bertambah tingkat kompleksitasnya. Mulai dari kepentingan politik, sejarah, ekonomi, militer sampai ideology akan bersaling silang dalam konflik tersebut. Sangking ruwetnya akan terlihat sangat membingungkan bagi orang yang tak paham betul permasalahannya. Sehingga memilih “taklid buta” kepada sumber yang ia merasa tak akan pernah berdusta. Tanpa sekalipun mengkritisi yang sumber tersebut sampaikan.

Kondisi demikian sangatlah merugikan bangsa Indonesia. Masyarakat jadi mudah terprovokasi dan terkotak-kotak. Sehingga sesame bangsa sendiri justru saling berkonflik. Bahkan dalam kadar tertentu meyebabkan disintegrasi bangsa. Sering kali kita melihat sesorang akan benar-benar membenci saudaranya sebangsa hanya karena berbeda sikap dalam sebuah konflik. Konflik tersebut bahakan tidak berhenti antar warga, namun juga sudah mengarah ke warga vs Negara. Negara dianggap tidak sepaham atau sependapat dengannya sehingga di cap sebagai musuh yang mergikannya. Hal demikian tentu sangat berbahaya bila terus terjadi.

Untuk itu, tentu sangat penting kita mulai membekali diri dengan kemampuan dan wawasan yang baik dalam menyikapi sebuah isu. Kita perlu meningkatkan daya kritis kita. Daya kritis akan membuat kita pandai menyaring informasi-informasi yang tidak benar atau benar namun bercampur dengan kedustaan. kita juga perlu membuka hati kita, dengan membuka hati kita tidak akan mudah percaya dan fanatic kepada satu pihak saja. 

Selain mendengar informasi dari satu pihak kita juga bisa menyimak informasi tersebut dari sisi pihak lainnya. Sehingga duduk permasalahan suatu konflik atau isu jelas dan terang benderang. Kita juga perlu memperluas wawasan kita. Bila kita mempunyai wawasan yang luas kita akan mudah memahami kemana arah suatu isu bergerak. Sehingga kita bisa memprediksi dan menerka apa sebenarnya di balik isu tersebut. Dengan wawasan yang luas kita juga bisa memetakan konflik dan isu tersebut serta memahami dimana kita harus memposisikan diri. Dan tentu saja kita harus pandai-pandai memilah milah sumber yang di rujuk. Dengan keterbatasan bahasa yang kita miliki sangat susah mencari informasi dari sumber aslinya. Sehingga kita harus merujuk ke sumber kedua dan seterusnya. Untuk itu kita harus memilih sumber rujukan yang benar-benar bisa di percaya. Hanya karena sumber tersebut seperti membela kepentingan kita, belum tentu sumber itu benar. Cari tau track recordnya dan pendapat orang lain tentang sumber tersebut.

Beberapa tips diatas tentu tidak 100% persen akan membuat kita pandai dan ahli dalam menyikapi isu internasional. Namun paling tidak kita akan lebih terjaga dari dusta yang kerap di taburkan di sana-sini mengiringi berita-berita di media.

Agama dan Mie Instan


Pagi ini saya sarapan sarimi rasa pecel. Saya masak sendiri, karen saya suka masak sendiri untuk urusan mie instan.

Sambil masak saya berfikir, mie rasa pecel ini menurut saya terlalu jauh dari pecel asli. Tak ada sayur mayurnya, bahkan sambel pecelnya pun tidak ada.

Yang membuat sedikit nyerempet dengan pecel mungkin karena adanya rasa-rasa kacang di minyak sayurnya. Itupun saya masih ragu, apakah benar itu dari kacang asli atau bukan.

Semua mie instan rasa apa saja demikian kejadiannya. Rasa bakso gak ada pentolnya, rasa soto ayam gak ada ayamnya, rasa iga bakar gak ada iganya, dan seterusnya. Namun bagi penikmat mie, kita cukup puas meskipun hanya rasa yang mendekati asli. Tapi subtansinya sama sekali jauh panggang dari api.

Fenomena tersebut ternyata terjadi juga dalam agama. Banyak sekali yang menawarkan beragama hanya pada taraf rasa saja. Tapi subtansinya tetap jauh dari agama. dalam banyak hal penawaran-penawaran tersebut justru mengkebiri hal-hal yang substansial dalam beragama. sebagai contoh, bagaimana Nabi Muhammad dengan tegas mengatakan :

إنما بعثت لأتم صالح الاخلق

"Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang sholeh". (HR: Bukhari dalam shahih Bukhari kitab Adab, Baihaqi dalam kitab Syu’bil Iman dan Hakim).

Namun justeru akhlaq yang terpuji banyak diumbar sebagian yang membawa panji-panji Islam. Kebiasaan memfitnah, mencaci yang tak sepaham, mengutuk bahkan mengkafirkan saudara muslim yang tidak sama pendapatnya. Benar mereka berpenampilan Islami, namun substansi perilakunya jauh dari islam yang di kehendaki Nabi Muhammad.

Maka marilah kita mencari Islam yang tidak pada taraf rasa saja. Kita laksanakan Islam secara menyeluruh. baik penampilan, pemikiran, perasaan, lebih-lebih perilaku.

Mengenang Mahbub, Adalah Membaca Tubuh Perempuan

Tahu kau mengapa aku sayangi kau lebih dari siapa pun? Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari. (Pramoediya Ananta Toer)

Mengulas tentang Mahbub Djunaidi tidak akan pernah ada habisnya. Membedah pribadi seorang Mahbub seperti mengulas seorang perempuan, tidak pernah selesai dan tak pernah jemu untuk membahasnya. Teringat kalimat Putu Wijaya, Kata Orang Wanita Kan Sebuah Buku Yang Tidak Pernah Habis Dibaca! Begitulah kira-kira mengenang sosok Mahbub. Tulisannya yang bertebaran rapi di berbagai media, menjadikannya sangat pantas menyemat predikat Sang Pendekar Pena.

Mahbub benar-benar paham bahwa menulis adalah bekerja untuk keabadian. Menulis seolah menjadi aktivitas penting dalam hidupnya. Coba saja telisik kehidupannya. Ia mencintai dunia tulis menulis sebaik ia mencintai dunia keorganisasian. Tidak salah kalau kemudian dirinya disebut sebagai pribadi yang multitalenta. Kecerdasan yang hanya dimiliki oleh orang-orang pilihan.

Orang-orang pilihan tentu tidak hanya karena faktor keturunan. Faktor gen sudah tidak bisa disangkal bahwa Mahbub lahir dari tokoh NU yang sangat berpengaruh, H. Djunaidi, yang juga anggota DPR hasil Pemilu 1955. Tetapi ada faktor lain yang membuat Mahbub termasuk dalam golongan orang-orang pilihan. Faktor lain itu adalah karena ia memiliki harapan dan cita-cita yang besar.

Meminjam bahasa Haruki Murakami, ketika dianugerahi harapan, orang menggunakannya sebagai bahan bakar dan tujuan untuk menjalani hidup. Tanpa harapan, manusia tidak bisa bertahan hidup. Harapan adalah titik yang menjadi pemantik lahirnya perjuangan. Ketika seorang anak manusia sudah mulai kehilangan harapan, ia seperti seonggok tubuh yang tidak lebih dari mayat yang berjalan. Kehadirannya sama saja dengan ketiadaannya.

Harapan dan cita-cita besarlah yang menjadikan Mahbub terus memupuk eksistensi dirinya. Menciptakan eksistensi diri, begitu kira-kira semangat yang ingin disuntikkan pada kader PMII Kota Malang oleh Muhammad Romdlon saat peringatan Haul Mahbub Djunaidi ke 20, oleh PC PMII Kota Malang. Sahabat Romdlon mengambil benang merah dari kehidupan seorang Mahbub bahwa eksistensi diri sangatlah penting. Perbedaan organisasi tidaklah menjadi prioritas utama, melainkan eksistensi diri lah yang menentukan bagaimana seseorang memiliki nilai.

Jika diselami lebih dalam, seolah sahabat Romdlon ingin mengatakan bahwa menulis adalah bentuk lain bagaimana membentuk eksistensi diri. Mahbub telah membuktikannya. Kader terbaik PMII itu telah membuktikan kesaktian kalimat Pramoedya Ananta Toer, Menulis adalah bekerja untuk keabadian.

Mahbub bermetamorfosis menjadi sosok yang penting dalam tubuh PMII. Bersama organisasi pergerakan itu ia berada di garda terdepan untuk membela hak-hak rakyat kecil dan kaum lemah. Ia adalah sosok pribadi yang halus dan romantis melalui sajak dan karya cerpennya. Ia adalah sosok pribadi yang kritis mengamati kondisi sekitar dengan esai dan gagasan bentuk lainnya di kolom surat kabar.

Berbeda dengan sahabat Romdlon, Bang Berlian mengenang sosok Mahbub dengan senyum mempesona. Seolah tiba-tiba ia menjadi sosok penyair paling romantis di dunia. Sembari membuka bayangan tentangnya, Bang Berlian membacakan penggalan puisi Mahbub yang menurutnya paling bercahaya sejagat raya.

Pesta sudah usai 
Tapi pekerjaan belum selesai
 
Penggalan puisi itu bukan sembarang sajak yang hanya meramaikan warna dunia perpuisian. Bacalah sekali lagi penggalan puisi itu, Pesta Sudah Usai Tapi Pekerjaan Belum Selesai. Seperti Bang Ber, orang-orang yang memahami hakikat keindahan akan terpikat oleh penggalan puisi itu.

Seringkali tawa berderai setiap kali pesta sudah selesai digelar. Pembacaan teks proklamasi oleh Soekarno sebagai simbol kemerdekaan Indonesia adalah bentuk lain dari sebuah gelaran pesta. Semua orang yang berada pada titik nasib dan perjuangan yang sama beramai-ramai mengangkat bendera merah putih. Beberapa tahun setelahnya, upacara khidmat kemerdekaan digelar di mana-mana. Bulan Agustus sebagai rahim lahirnya kemerdekaan bahkan tidak pernah sepi dari nyanyian Indonesia Raya. Kita selalu riang setiap kali Pesta Sudah Usai, padahal Pekerjaan Belum Selesai.

Perkawinan diksi pada penggalan puisi itu seperti Thor yang sedang mengayunkan palunya. Memakai bahasanya Joustein Gaarder, Ketika dia mengayunkan palunya akan terdengar guntur dan halilintar. Ketika kita mau mendalami perkawinan diksi-diksi itu, seharusnya kita sadar bahwa ada pecutan kata-kata yang tersembunyi di balik penggalan puisi itu. Kandungan maknanya mengakar ke perut bumi Indonesia. Dahan dan reranting perjuangannya masih menjulang, menusuk hingga ufuk cakrawala.

Ketika Bang Berlian membacakannya pertama kali, penggalan puisi itu lebih mirip sajak-sajak biasa yang ditulis oleh kebanyakan anak remaja. Tetapi saat Bang Berlian mengulangnya untuk yang kali ketiga, ternyata penggalan puisi itu menyimpan semangat dan perjuangan seluruh umat manusia yang ingin keluar dan mendobrak pintu ketidakadilan dan ketertindasan. Semangat untuk keluar dari jurang kemiskinan. Semangat untuk bangkit dari kebodohan dan keterbelakangan.

Mahbub paham betul kalimat Pram, Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Mahbub juga mengerti bahwa ia tidak bisa hidup sepanjang seribu tahun. Tapi keinginannya untuk terus tetap hidup sama kuatnya dengan teriakan Khairil Anwar, Aku Ingin Hidup Seribu Tahun Lagi.

Ketika Khairil Anwar memiliki keinginan ingin hidup seribu tahun lagi, ia tidak mengatakannya dengan berteriak di tengah jalan, melakukan orasi di depan gedung DPR atau sambil membakar ban di depan istana presiden. Selain karena saat itu kondisi sosial politik tidak memungkinkan hal itu dilakukan, Khairil memilih sikap yang lebih elegan dan bijak. Ia berteriak melalui sajaknya. Sungguh pilihan sikap yang tepat dan luar biasa.

Sudah banyak tokoh-tokoh yang melakukan pembuktian bahwa peradaban bisa diciptakan dengan cara menuliskan setiap ide dan pemikiran. Ibnu Khaldun, Ibu Sina, Aristoteles, Plato, dan Einstein adalah sedikit dari ribuan tokoh besar lainnya yang mewariskan peradaban melalui tulisan. Itu adalah fakta yang tidak bisa ditolak. Ketika Baghdad menjadi tonggak peradaban muslim, mereka melakukan proses keilmuan yang sangat luar biasa. Berbagai buku berkualitas tinggi diterjemahkan dari peradaban India maupun Yunani.

Sejarah pencapaian peradaban itulah yang kemungkinan besar telah menjadi inspirasi Helvi Tiana Rosa. Ketika ia diwawancarai oleh salah satu stasiun televisi swasta, Helvy mengatakan, Semakin Banyak Penulis Yang Lahir, Maka Semakin Majulah Peradaban Bangsa Kita.

Ketika aplikasi microsoft office sudah lebih mudah masuk pada layar laptop dan smart phone, semestinya itu manjadi isyarat bahwa menulis adalah aktivitas yang semakin mudah dilakukan. Berbeda dengan belasan abad yang lalu, ketika para ilmuan dan ulama menulis di atas pelepah kurma. Sebuah keterbatasan yang sangat mengiris hati, tapi tidak menjadikan mereka patah arang untuk menuangkan ide dan keilmuannya.

Sosok Mahbub sebenarnya tidak jauh berbeda dengan tokoh Minke dalam buku Jejak Langkah karya Pramoediya Ananta Toer. Oleh temannya yang seorang wartawan De Locomotief Semarang, Minke diajak bertemu dengan Dewa Radikal Kaum Liberal, Ir. H. van Kollewijn. Yang membuat Pram begitu terkenal bukan karena ia terlahir atas dasar suku, bobot dan bebet keluarganya, melainkan karena tulisan cerpen-cerpennya yang memukau. Seperti Pram, Mahbub juga pernah diundang ke Istana Bogor oleh sebab Soekarno terkesan pada tulisannya yang mengatakan bahwa Pancasila lebih agung dari Declaration of Independence.

Sekali lagi, membicarakan sosok Mahbub Djunaidi tidak akan pernah ada habisnya. Seperti tengah membedah sosok perempuan yang dikuliti dari ujung rambut hingga ujung kaki. Mahbub Djunaidi, keharuman namanya seperti bau kesturi yang merasuk dalam setiap not pada tangga nada Mars PMII. Selebihnya, kini harus dipercaya, bahwa memiliki karya adalah cara lain untuk mencatatkan diri dalam sejarah.

Kalau Kamu Bukan Keturunan Orang Kaya (Kongklomerat) atau Trah Ulama’ (Darah Biru) Maka Jadilah Penulis (Imam Abu Hamid bin Muhammad bin Ahmad bin Muhammad at-Thusi al-Ghazali)

*Latif Fianto, lahir di Sumenep, pecinta buku, menulis cerpen dan esai, sekarang tinggal di Malang (dikutip dari pmiikotamalang.or.id)

Penampilan Kelompok Musik Gambus PMII Kutai Timur

Terkait Rohingya, PB PMII Tantang Negara Asean



JAKARTA – Tragedi yang menimpa masyarakat Rohingya dinilai sebagai pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) kelas berat. Dalam hal ini Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) menantang Negara-negara yang tergabung dalam Asean melaksanakan misi kemanusiaan.

“Harus kita tegaskan lagi, persoalan kemanusiaan yang menimpa masyarakat Rohingya bukan soal agama, hal ini murni tragedi kemanusiaan,” ujar Rahmat Ramadhani, Koordinator Aksi PB PMII di depan Kedutaan Besar Myanmar, Rabu (27/5).

Ia menuturkan, bahwa keberadaan suku Rohingya sebagai suku mayoritas muslim, ditolak pemerintah Myanmar sebagai warga Negara. Diskriminasi ini berujung pada pengusiran dan perlakuan tidak manusiawi kepada masyarakat Rohingya.

“Negara Asia Tenggara dan PBB harus menindak tegas tragedi kemanusiaan ini, nilai dan prinsip kemanusian harus dijunjung tinggi. Tidak seharusnya urusan hidup terganjal batas teritorial dan diplomatik. Nasib etnis Rohingya menjadi tanggung jawab umat manusia lintas agama, etnis dan negara serta masyarakat dunia,” tegasnya.

Dalam rilis aksi tersebut PB PMII meminta Pemerintah Indonesia, selaku negara yang menjunjung tinggi nilai pancasila, harus bertindak untuk membantu rakyat rohingya. Disebutkan, bahwa pemerintah Indonesia tidak seharusnya merespon persoalan rakyat rohingnya dengan membentur dengan persoalan peraturan. Pancasila adalah dasar hukum yang kuat yang menjunjung tinggi keadilan dan kemanusiaan.

Terkait hal tersebut PB PMII menuntut, Pertama, meminta Kepada Negara-negara Asean untuk bertindak terhadap persoalan kemanusian yang menimpa masyarakat Rohingya, serta mendorong Negara-negara Asean untuk menerima pengungsi Rohingya. Kedua, menyerukan Kepada seluruh Masyarakat di Indonesia Untuk Membantu pengungsi Rohingya.

Selanjutnya tuntutan PB PMII yang Ketiga, meminta kepada Pemerintah Myanmar untuk mengakui Kewarganegaraan Rohingya sebagai warga Negara Myanmar dan Menjamin hak-hak warga Rohingya. Tuntutan terakhir, adalah menuntut Kedubes Myanmar hengkang dari NKRI, karena pemerintah Myanmar telah melakukan pelanggaran HAM dan Genosida terhadap Rakyat Rohingya.(Poy)

Peringatan Puncak Harlah ke-55 PMII Kutai Timur



Malam puncak Peringatan hari lahir (Harlah) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ke-55 tahun, pada Sabtu (25/4), di Kutai Timur diwarnai berbagai kegiatan seperti Pembagian hadiah lomba dan dialog pergerakan.

Di puncak perayaan Harlah PMII di Kutai Timur itu, dilaksanakan dengan penuh khidmat yang dihadiri oleh para mantan Ketua Umum PC PMII Kutai Timur, dari periode pertama hingga periode ini seperti, Idris, Muchtar, Khoirul Faizin serta Ketua Umum PC PMII Kutai Timur peridoe sekarang, Nashirudin.

Selain itu, acara yang berlangsung di Aula STAI Sangatta itu juga, dihadiri Mabincab PMII Kutai Timur, tokoh organisasi Kepemudaan HMI, LMND, GMNI, BEM STAI Sangatta, BEM STIPER, SMA/SMK Se-Kutim dan Ketua DPD KNPI Kab. Kutai Timur Bakri Hadi, serta para anggota dan kader PMII Kutai Timur.

Ketua Umum PC PMII Kutai Timur, Nashirudin mengatakan Momentum Hari Lahir PMII supaya di jadikan semangat baru untuk terus belajar di dalam organisasi.

"Dalam momentum Harlah PMII ke-55 tahun ini, kami berharap kepada seluruh anggota dan kader-kader PMII Kutim untuk terus berproses di organisasi PMII, guna melaksanakan kaderisasi dan menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan Ahlussunnah Wal Jamaah dan Mengasah kepekaan sosial untuk membantu masyarakat", kata Nashirudin, Ketua Umum PC PMII Kutai Timur.

Apresiasi digelarnya puncak Harlah PMII di Kutai Timur diungkapkan Hariyono, Ketua Mabincab PMII Kutim Menurutnya, Di usianya yang ke-55 tahun banyak hal yang sudah diperbuat oleh kader-kader organisasi PMII. "Jangan kita berpikir untuk hari ini, namun kita harus berpikir untuk kedepannya dan tentunya ada proses yang harus dilalui", Ujar Hariyono.

"Mari jaga PMII dan diisi dengan baik, tentu dengan proses kaderisasi yang sesuai dengan nilai-nilai Ahlussunnah Wal Jamaah", imbuhnya. Disampaikannya juga, sudah banyak dilaksanakan oleh PMII untuk Kutai Timur. Banyak hal yang telah dilakukan untuk kemajuana daerah. Imbuhnya.

Rangkaian dilanjutkan dengan Dialog Pergerakan sampai Tepat pukul 00.00 wita, pada Minggu (26/4) dini hari, segenap peserta dialog dan pengurus PMII bersalaman sebagai tanda puncak acara Harlah PMII ke-55 tahun.

Sejarah Dan Produk Hukum PMII

Nilai seseorang sesuai dengan kadar tekadnya, ketulusannya sesuai dengan kadar kemanusiaannya, keberaniannya sesuai dengan kadar penolakannya terhadap perbuatan jahat dan kesucian hati nuraninya sesuai dengan kadar kepekaannya terhadap kehormatan dirinya. (Ali bin Abi Talib).

Selemah-lemah manusia ialah orang yg tak mau mencari sahabat dan orang yang lebih lemah dari itu ialah orang yg mensia-siakan sahabat yg telah dicari. (Ali bin Abi Thalib).

Pengumuman LKTI (Lomba Karya Tulis Ilmiah)


Assalamu'alaikum, Wr, Wb.
Salam Pergerakan

Dalam rangka menyambut Harlah kali ini, PC PMII Kutai Timur mengadakan berbagai perlombaan, diantaranya Lomba Karya Tulis Ilmiah. Oleh karena itu kepada seluruh anggota PMII di tingkat Komisariat dan Rayon, agar mempersiapkan diri. Adapun syarat lomba yaitu : 



  • Pertama, Peserta berasal dari anggota dan atau kader PMII dari tingkat Pengurus Rayon (Tarbiyah/Syari'ah) dan Pengurus Komisariat STAIS (Wajib mengirimkan 2 orang perwakilan)
  • Kedua, Standar penulisan makalah = standar kampus/perguruan tinggi
  • Tema makalah : Keislaman, Kemahasiswaan, Ke-PMII-an, Keindonesiaan (Pilih Salah Satu)
  • Isi makalah minimal 4 lembar
  • Makalah dikumpul paling lambat tanggal 10 April 2015
  • Pengujian makalah tanggal 11 April 2015

Tunggu Info berikutnya...!

Wallahul muwafiq ila aqwamittoriq.
Wassalamu'alaikum, Wr, Wb.

Peringatan HARLAH PMII Ke-55, PC. PMII Kutim adakan berbagai kegiatan

Logo HARLAH PMII Ke-55 by PC. PMII Kutim



Sangatta - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia akan memasuki usia yang ke-55 pada 17 April mendatang. PC PMII Kutai Timur pun secara perdana akan memeriahkan moment Harlah ke-55 dengan berbagai macam kegiatan.

Sebagai rangkaian kegiatan harlah akan dilaksanakan Dialog Public sebagai pembuka, bakti sosial, serta perlombaan-perlombaan yang diikuti pengurus Komisariat dan Rayon, baik Tarbiyah maupun Syari'ah.

Tak hanya itu, beberapa lomba juga mengundang dari organisasi lain dan sekolah-sekolah yang ada di Sangatta. Kemudian malam puncak akan ditutup dengan Kongko Pergerakan yang diikuti ratusan kader, organisasi eksternal dan tokoh masyarakat.

Berikut jadwal Kegiatan Peringatan HARLAH Ke-55 :
No.
Kegiatan
Waktu
1
Dialog Public
Jum’at, 27 Maret 2015
2
Bakti Sosial
Sabtu, 28 Maret 2015
3
Lomba Futsal
Jum’at – Minggu, 3 – 5 April 2015
4
Lomba LKTI
Sabtu, 4 April 2015
5
Lomba Cerdas Cermat
Minggu, 5 April 2015
6
Lomba Volly antar sekolah
Senin – Minggu, 6 – 12  April 2015
7
Lomba Keislaman
Senin – Rabu, 13 – 15 April 2015
8
Malam Penutupan
Jum’at, 17 April 2015
 *Nb: jadwal sewaktu-waktu bisa berubah

Harapan Baru PMII Kalimantan Timur

Sabtu 28 Maret 2015 Pengurus Koordinator Cabang Kalimantan Timur Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) akan menyelenggarakan Momentum “sakral” sebagai bagian dari proses kaderisasi dan regenerasi PMII Kalimantan Timur akan diselenggarakan, dan semua Cabang PMII se-Kaltim pun mulai “bersolek” untuk menyambut dan berpartisipasi aktif didalamnya, tidak terkecuali PMII Cabang Kutai Timur.

Konkorcab atau Konferensi Koordinator Cabang PMII Kalimantan Timur yang ke VIII akan dilaksanakan di Balikpapan pada hari Sabtu 28 Maret 2015 sampai selesai. Konferensi tersebut akan dihadiri oleh 6 cabang se Kaltim yakni: PC PMII Balikpapan, Samarinda, Paser, Tarakan, Kuta Kartanegara dan Cabang Kutai Timur.

Dalam peyelenggaran Konkoorcab VIII PMII Kalimantan Timur diharapkan mampu menghasilkan produk nilai dan gagasan yang pada penghujungnya mampu diimplementasikan sebagai bagian eksistensi sebuah organisasi dikancah regional.

Berangkat dari sanalah, PC. PMII Kutai Timur sebagai bagian dari herarki organisasi yang turut serta melakukan proses kaderisasi hendak menyumbangkan ide dan gagasannya yang diantaranya adalah :

1. Mempertegas Fungsi Struktural dan Tugas PKC PMII Kalimantan Timur.
2. Mempertegas Wilayah Kaderisasi PKC PMII Kaltim.
3. Menciptakan Isu Regional dan Nasional sebagai Pilihan Strategi Gerakan
4. Sinergitas Wacana Keagamaan dengan NU
5. Membentuk Laboratorium Kajian Aswaja
6. Pro Aktif Menjalin Dialog dengan Kelompok Lintas Agama
7. Peran Strategis Melawan Gerakan Radikalisme
8. Penguatan Institusi Korp PMII Putri (KOPRI) di wilayah Kalimantan Timur khususnya.

Harapan besar dan siapapun yang akan bertarung dan akan terpilih nantinya agar kedepan PKC PMII Kalimantan Timur mampu menjadi lebih baik dan mampu menjadi lokomotif kaderisasi dan gerakan PMII Kalimantan Timur.

Poin-poin penting harapan di atas adalah harapan dari PMII Kutai Timur untuk PMII Kalimantan Timur lebih baik.

NILAI DASAR PERGERAKAN

1. Posisi NDP PMII di dalam tubuh PMII
Nilai Dasar Pergerakan adalah komponen inti sekaligus dasar nilai-nilai (values) yang wajib dianut, diketahui, dan dipahami oleh setiap anggota Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia.


A. NDP berfungsi sebagai:
1) Kerangka Refleksi
Sebagai kerangka refleksi, NDP merupakan ruang untuk melihat dan merenungkan kembali secara jernih setiap gerakan dan tindakan organisasi. Di dalam refleksi, gerakan dan tindakan organisasi dihadapkan untuk berdialog dengan rumusan-rumusan Nilai Dasar Pergerakan. Dialog ini sejatinya harus berlangsung terus-menerus, sehingga butiran-butiran Nilai Dasar Pergerakan menjadi hidup dan menjiwai setiap gerak dan kegiatan organisasi. Merupakan kewajiban setiap anggota untuk senantiasa melakukan perenungan dan refleksi apakah tindakan dan kegiatannya telah mendekati Nilai Dasar Pergerakan.

2) Kerangka Aksi
Sebagai kerangka aksi, NDP merupakan landasan etos gerak organisasi dan setiap anggota. Sebagai kerangka aksi, etos akan muncul dari proses aksi – refleksi yang dilakukan secara terus-menerus. Tahap memahami Nilai Dasar harus segera diikuti dengan ikhtiar untuk mewujudkan Nilai itu dalam gerak dan tindakan, kemudian setelah bergerak dan bertindak harus pula segera ditinjau apakah tindakan dan gerakan itu telah memenuhi atau mendekati Nilai Dasar.

3) Kerangka Ideologis
a. Menjadi peneguh tekad dan keyakinan anggota untuk bergerak dan berjuang mewujudkan cita-cita dan tujuan organisasi.

b. Menjadi landasan berpikir dan etos gerak anggota untuk mencapai tujuan organisasi melalui cara dan jalan yang sesuai dengan minat dan keahlian masing-masing.

B. Kedudukan

1) NDP menjadi rujukan utama setiap produk hukum dan kegiatan organisasi
2) NDP menjadi sumber kekuatan ideal setiap kegiatan organisasi
3) NDP menjadi pijakan argumentasi dan pengikat kebebasan berfikir, berbicara dan bertindak setiap anggota.


2. Isi NDP
NDP memuat 4 komponen dasar, yakni Tauhid (Teologi Monoteis (لاإله إلاّالله, Hablum Minallah(hubungan transedental dengan Allah SWT), Hablun Minan Naas (hubungan Immanen kepada sesama manusia), dan Hablun Minal ‘Alam (hubungan terhadap alam).

Skema NDP dapat digambarkan sebagai berikut.


Sketsa: Masduki Zakaria 

Penjelasan:
a. Tauhid (membedah Tuhan dari berbagai macam perspektif agama-agama), menjadi pokok landasan PMII dalam berpikir, berdzikir, dan beramal sholeh. Pemahaman Tauhid yang dianut oleh PMII adalah menurut madzhab Imam Asy’ari dan Imam Al-Maturidi

b. Hablun Minallah (hubungan transendental kepada Allah)
Kita dapat berhubungan baik kepada seseorang karena kita mengenalnya.Bercengkerama, bercanda, meminta, bahkan tertawa. Demikian pula pola hubungan dengan Allah SWT akan baik tatkala kita sudah mengenalnya dengan baik dengan landasan Tauhid yang benar.

c. Hablun Minan Naas (hubungan kepada sesama manusia)
“Dan Kami ciptakan manusia dalam sebaik-baik bentuk,” demikian terang Allah SWT dalam surat At-Tiin ayat 4 yang menyatakan posisi manusia diantara tak terhitungnya ciptaan-Nya. Dan masih banyak ayat yang menerangkan tentang kedudukan manusia di hadapan Tuhan dan di alam semesta.

d. Hablum minal ‘alam.
Tugas manusia adalah menjadi khalifah di muka bumi.


3. Ayat-ayat NDP (84 ayat)
A. Tauhid (12 ayat)

قُلْ هُوَاللهُ أَحَدٌ‘ اَلله الصَّمَدُ‘ لَمْ يَلِدْوَلَمْ يُوْلَدْ‘ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًاأَحَدٌ‘ {الإخلاص: }

Artinya: “Katakanlah: “Dialah Allah yang maha Esa, Allah adalah Tuhan tempat meminta, Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada sesuatupun yang setara dengan Dia”. (QS. Al-Ikhlash: 1-4).

فَلَمَّاجَاءَهُمْ بِالْحَقِّ مِنْ عِنْدِنَاقَالُوْااقْتُلُواأَبْنَاءَالَّذِيْنَ آمَنُوْامَعَه‘وَاسَتَحْيُوْانِسَاءَهُمْ ‘ وَمَاكَيْدَالْكَافِرِيْنَ إِلاَّفِىْضَلَاٍل {المؤمن: }


Artinya: Maka tatkala Musa datang kepada mereka membawa kebenaran dari sisi kami mereka berkata: “Bunuhlah anak-anak orang-orang yang beriman bersama dengan dia dan biarlah hidup wanita-wanita mereka”. Dan tipu daya orang-orang kafir itu tak lain hanyalah sia-sia belaka. (QS. Al-Mukmin: 25). 

وَمَنْ يَرْغَبُ عَنْ مِلَّةِ إِبْرَاهِيْمَ إِلَّا مَنْ سَفِهَ نَفْسَهُ وَلَقَدِاصْطَفَيْنَاهُ فِى الدُّنْيَا وَإِنَّهُ فِى الْآخِرَةِ لَمِنَ الصَّالِحِيْنَ ‘ إِذْقََالَ لَهُ رَبُّهُ أَسْلِمْ قَالَ أَسْلَمْتُ 


لِرَبِّ الْعَالَمِيْنَ {البقرة : }


Artinya: Dan tidak ada yang benci kepada agama Ibrahim, melainkan orang-orang yang memperbodoh diri mereka sendiri, dan sungguh kami telah memilihnya di dunia dan sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang-orang yang saleh. Ketika Tuhannya berfirman kepadanya: ”Tunduk dan patuhlah!, Ibrahim menjawab: ”Aku tunduk dan patuh kepada Tuhan semesta alam”. (QS. Al-Baqarah: 130-131).

Selanjutnya bisa dilihat di ayat lain;
(QS. Al-Hasyr: 22-24), (QS. Al-Baqarah: 3), (QS. Al-’Alaq: 4), (QS. Al-Isra’: 7). (QS. Al-Baqarah: 30), (QS. Al-’Araf: 129), (QS. An-Nahl: 62), (QS. Fathir: 39).

B. Hubungan Manusia Dengan Allah (39 ayat)

وَمَاخَلَفْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلاَّ لِيَعْبُدُوْنَ {الذاريات: }


Artinya: Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. (QS. Adz-Dzariyat: 56).

وَلَقَدْذَرَأْناَلِجَهَنَّمَ كَثِيْرًامِّنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ ‘ لَهُمْ قُلُوْبٌ لاَ يَفْقَهُوْنَ بِهَا ‘ وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لاَيُبْصِرُوْنَ بِهَا ‘ وَلَهُمْ اَذَنٌ لاَ يَسْمَعُوْنَ بِهَا ‘ أُولَئِكَ كَالْأنعْاَمِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ ‘ أُولَئِكَ هُمُ الْغَافِلُوْنَ {الأعراف : }


Artinya: Dan sesungguhnya kami jadikan untuk isi neraka jahannam kebanyakan jin dan manusia, mereka mempunyai hati tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami ayat-ayat Allah dan mereka mempunyai mata tetapi tidak dipergunakannya untuk melihat tanda-tanda kekuasaan Allah, dan mereka mempunyai telinga tetapi tidak dipergunakannya untuk mendengar ayat-ayat Allah. Mereka itu seperti binatang ternak bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai. (QS. Al-’Araf: ).


قَالَ إِنِّى أُرِيْدُأَنْ ُأنْكِحَكَ إِحْدَى إِبْنَتَيَّ هَاتَيْنِ عَلَى أَنْ تَأْجُرَنِى ثَمَاِنىَ حِجَجٍ ‘ فَإِنْ أَتْمَمْتَ عَشْرًا فَمِنْ عِنْدِكَ ‘ وَمَا أُرِيْدُ أَنْ أَشُقَّ عَلَيْكَ ‘ سَتَجِدُنِى إِنْ شَاءَ اللهُ مِنَ الصَّالِحِيْنَ {القصص : }

Artinya: Berkatalah dia (Syu’aib): “Sesungguhnya aku bermaksud menikahkan kamu dengan salah seorang dari kedua anakkau ini, atas dasar bahwa kamu bekerja denganku delapan tahun dan jika kamu cukupkan sepuluh tahun, maka itu adalah (suatu kebaikan) dari kamu, maka aku tidak hendak memberati kamu. Dan kamu Insya Allah akan mendapatiku termasuk orang-orang yang baik”. (QS. Al-Qhashash: 27).

Selanjutnya bisa dilihat di ayat lain;
(QS. Shad: 82-83). (QS. Al-Hujurat: 4). (QS. Ali-Imran: 153). (QS. Huud: 88) (QS. Al-An’Am: 165). (QS. Yunus: 14).(QS. Shad: 72) (QS. Ah-Hijr: 29). (QS. Al-’Ankabut: 29).(QS. Ar-Ra’du: 11).(QS. Al-Hadid: 22). (QS. Ali Imran: 159). (QS. Al-Baqarah: 213).(QS. Al-A’raf: 54). (QS. Huud: 7). (QS. Ibrahim: 32). (QS. An-Nahl: 3). (QS. Al-Isra’: 44). (QS. Al-’Ankabut: 44). (QS. Luqman: 10). (QS. Az-Zumar: 5). (QS. Qaf: 38).(QS. Al-Furqan: 59). (QS. Al-Hadid: 4). (QS. Ar-Ra’du: 8). (QS. Al-Hijr: 21). (QS. Al-An’am: 96). (QS. Yasin: 38). (QS. As-Sajadah: 12). (QS. Al-Furqan: 2).(QS. Al-Qomar: 49). (QS. Al-Baqarah: 164). (QS. Yunus: 5).(QS. An-Nahl: 12). (QS. Ar-Rum: 22). (QS. Al-Jatsiyah: 3).

C. Hubungan Manusia Dengan Manusia (12 ayat)

أَفَحِسْبتُمْ أَنمَّاَخَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَاَنكَّمُ ْإِلَيْنَالاَتُرْجَعُوْنَ {المؤمنون : }

Artinya: Maka apakah kamu mengira bahwa sesungguhnya kami mencipatakan kamu secara main-main saja, dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada kami?. (QS. Al-Mukminun: 115).


يَاَأيهُّاَالنَّاسُ إِناَّخَلَقْناَكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّأُنثْىَ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوْباًوَّقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوْاإِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَاللهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ {الحجرات : }


Artinya: Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertaqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS. Al-Hujurat: 13).

َالْهَكُمُ التَّكَاثُرُ ‘ حَتَّى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ ‘ كَلاَّ سَوْفَ تَعْلَمُوْنَ ‘ ثُمَّ كَلاَّ سَوْفَ تَعْلَمُوْنَ ‘ كَلاَّ لَوْ تَعْلَمُوْنَ عِلْمَ الْيَقِيْنِ ‘ لَتَرَوُنَّ الْجَحِيْمِ ‘ ثُمَّ لَتَرَوُنهَّاَعَيْنَ الْيَقِيْنِ ‘ ثُمَّ لَتُسْئَلُنَّ يَوْمَئِذٍعَنِ النَّعِيْمِ {التكاثر : }


Artinya: Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk kedalam kubur, janganlah begitu kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu), dan janganlah begitu kelak kamu akan mengetahui, janganlah begitu jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang ayakin, niscaya kamu akan benar-benar melihat neraka jahim, dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan ‘ainul yakin, kemudian kamu pasti akan ditanyakan pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu). (QS. At-Takatsur: 1-8).


َويْلٌ لِكُلِّ هُمَزَةٍ لُمَزَ ةٍ ‘ َالَّذِى جَمَعَ مَالاً وَّعَدَّدَهُ ‘ يَحْسَبُ َأنمَّاَلَهُ أَخْلَدَهُ ‘ كَلاَّ لَيُنْبَذَنَّ فِى الْحُطَمَةِ ‘ وَمَاأَدْرَاكَ مَاالْحُطَمَةُ ‘ نَارُاللهِ الْمُوْقَدَةُ ‘ الَّتِى تَطَّلِعُ عَلَى الْأَفْئِدَةِ ‘ إِنَّهَاعَلَيْهِمْ مُؤْصَدَةٌ ‘ فِىْ عَمَدٍمُّمَدَّدَةٍ {الهمزة : }

Artinya: Kecelakaan bagi setiap pengumpat lagi pencela, yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya, dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya, sekali-kali tidak “sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Hutamah”, Dan tahukan kamu apa Huthamah itu?, Yaitu api yang disediakan Allah yang dinyalakan, yang membakar sampai ke hati, sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka, sedang mereka itu diikat pada tiang-tiang yang panjang. (QS. Al-Humadzah: 1-9).

Selanjutnya bisa dilihat di ayat lain;
(QS. Al-Ma’un: 1-7). (QS. Az-Zumar: 49). (QS. Al-Hjj: 66). (QS. Ah-Mu’minun: 57-61). (QS. Al-Kafirun: 1-6). (QS. Al-Hujurat: 9-10).

D. Hubungan Manusia Dengan Alam (21 ayat)

وَاِلَى ثَمُوْدَأَخَاهُمْ صَالِحًا ‘ قَالَ يَاقَوْمِ اعْبُدُوااللهَ مَالَكُمْ مِنْ اِلَهٍِ غَيْرهُ ‘ هُوَ أَنْشَأَكُمْ مِنَ الْاَرْضِ وَاسْتَعْمَرَكُمْ فِيْهَافَاسْتَغْفِرُوْهُ ثُمَّ تُوْبُوْاإِلَيْهِ إِنَّ رَبىِّ قَرِيْبٌ مُجِيْب {هود : }


Artinya: Dan kepada Tsamud (Kami utus) saudara mereka Shaleh, Shaleh berkata: “Hai kaumku sambahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan selain Dia. Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurannya, karena itu mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertobatlah kepadanya. Sesungguhnya Tuhanku amat dekat (rahmat-Nya) lagi memperkenankan (do’a hamba-Nya). (QS. Huud: 61).


وَابْتَغِ فِيْمَااَتَكَ اللهُ الدَّارَ اْلاَخِرَةَ وَلاَ تَنْسَ نَصِيْبَكَ مِنَ الدُّنْيَاوَاَحْسِنْ كَمَااَحْسَنَ اللهُ اِلَيْكَ وَلاَ تَبْغِ الْفَسَادَفِى اْلاَ رْضِ اِنَّ اللهَ لاَ يُحِبُّ الْمُفْسِدِيْنَ {القصص : }


Artinya: Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari kenikmatan duniawi, dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. (QS. Ah-Qhashash: 77).


وَاَتَيْنَاهُ فِى الدُّنْيَاحَسَنَة ًوَاِنَّهُ فِى اْلاَخِرَةِ لَمِنَ الصَّالِحِيْنَ {النحل : }


Artinya: Dan kami berikan kepadanya kebaikan di dunia. Dan sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang-orang yang saleh. (QS. An-Nahl: 122).

Selanjutnya bisa dilihat di ayat lain;
(QS. Al-Baqarah: 130). (QS. Al-Ankabut: 38). (QS. Al-Ankabut: 64). (QS. Al-Jatsiyah: 3-5). (QS. Asy-Syu’ara: 20). (QS. Yusuf: 109). (QS. Al-Baqarah: 29). (QS. Al-Baqarah: 30). (QS. Al-Ghosyiyah: 17-26). (QS. Ar-Ruum: 41). (QS. Al-Baqarah: 62). (QS. Al-’Ashr: 1-3). (QS. Al-Mukminun: 17-22) (QS. An-Nazi’at: 27-33).

Sumber: Materi MAPABA Ke-2 (2014) Komisariat STAI Sangatta Kutai Timur

Pesan Singkat Untuk PMII Kutai Timur Ke Depan


Di tengah gejolak yang mewarnai perjalanan bangsa Indonesia saat ini, perlu menjadi renungan tersendiri khusunya bagi warga PMII Kutai Timur. Bangsa yang penuh dengan kepungan kapitalisme global, di mana menurut KH. Abdul Mun’im, pengurus PB NU, mengatakan Indonesia saat ini dikepung oleh neo liberal, neo komunisme, social demokrat, dan islam radikal. Kita ketahui bersama bahwa di Indonesia saat ini gencar adanya gerakan-gerakan pendirian Negara islam, gerakan-gerakan anti bidah, gerakan-gerakan sparatis, yang tentunya semua itu dapat menimbulkan perpecahan bangsa ini.

Persoalan-persoalan tersebut tentunya menjadi “PR” besar bagi PMII yang seyogyanya sebagai kader muda NU. Namun sayangnya, menurut penulis, PMII saat ini secara nasional maupun di daerah Kutai Timur sendiri, tempat penulis berdomisili, PMII saat ini mulai jauh dari ruh-ruh perjuangan. Kita ketahui bersama bahwa NU maupun PMII identik dengan masjid dan tradisi-tradisi shalawat maupun ziarah kubur yang menjadi tonggak pergerakan waktu itu, namun saat ini semua itu perlahan-lahan makin jauh dari ruh pergerakan. Akhirnya, kondisi yang demikian tersebut menjadikan PMII tidak mempunyai identitas dan paradigma pergerakan yang jelas sesuai dengan kondisi bangsa saat ini.

Dengan melihat kondisi bangsa dan PMII saat ini, kita semua harus melihat sejarah dan latar belakang pendirian organisasi tersebut itu sendiri, seperti halnya induk organisasi PMII, NU semenjak berdirinya menjadi garda terdepan untuk memperjuangkan kemerdekan Indonesia dan mempertahankan keutuhan NKRI, menjadikan masjid dan pesantren sebagai basis dan sentral gerakan. Kita ketahui bersama juga bahwa kejayaan islam dan peradaban masyarakat yang Madani dibangun oleh Nabi Muhammad SAW dari masjid sebagai sentral gerakan. Berkaca dari hal tersebut, PMII yang mendeklarasikan diri sebagai organisasi yang satu kultur dan aswaja sebagai ideologi pergerakan, saat ini harus mulai merubah pola pengkaderan dan “kembali” ke masjid agar PMII menjadi sebuah organisasi yang kuat untuk mempertahankan keutuhan NKRI. Begitu juga halnya dengan PMII Kutai Timur yang baru berumur 7 tahun harus mempunyai pola pengkaderan dan melakukan gerakan “kembali” ke masjid dan pesantren.

Belajar dari pengalaman selama 7 tahun, dengan dinamika yang kompleks dan fluktuatif, serta kondisi daerah yang heterogen menjadi pelajaran berharga yang harus menjadi “kaca benggala”, meminjam kata Soekarno sebagai pegangan dalam melakukan gerakan ke depan. Kondisi masyarakat Kutai Timur yang individualis dan rentan dengan susupan-susupan ideologi islam radikal, tidak boleh lepas dari tanggungjawab PMII sebagai organisasi sosial kemasyarakatan. Untuk itu hal yang paling utama dan pertama dilakukan oleh PMII Kutai Timur kepengurusan yang baru ini adalah perkuat SDM Anggota dan Kader PMII dengan nilai-nalai islam ahlussunah wal-jama’ah dan melakukan gerakan “kembali” ke masjid, agar masjid kita tidak “ditempati” orang lain. PMII Kutai Timur ke depan juga harus memelihara sinergitas dengan NU dan banom-banomnya yang telah terbangun. Dan tidak kalah penting pula PMII menjadikan organisasi-organisasi lain menjadi mitra gerakan. (Mukhtar)


PMII BERJUANG - PELANTIKAN PKC KALTIM