PMII Kembali Sholat

Merenungi Keadaan dan Kembali ke Tujuan Organisasi

Pentingnya Pendidikan Politik Sejak Dini

Contoh Kegiatan Politik Yang Tidak Mendidik

PMII Kutai Timur Gelar Konfercab

Konfercab PMII Cabang Kutai Timur

Sosok Kartini Masa Kini Telah Pergi

Sosok Inspirasi Pemudi Masa Kini

Noda Hitam Pesta Demokrasi

Pesta Lima Tahunan Yang Harus Dikawal Bersama

Belajar Pendidikan Yang Memanusiakan Di Rayon PAI



pmiikutim.or.id-,Menurut Paulo Freire Pendidikan haruslah yang membebaskan. Inilah topik  yang diangkat oleh sahabat Dayu Irwan dalam kajian Publik Speaking Rayon PAI. Kegiatan tersebut dilaksanakan disekretariat KOPRI di Jln. Hidayatullah Gg. Hikmah A. Pada sore hari senin,26 Desember 2018. Kegiatan rutinan ini berjalan lancar dan sukses , dihadiri oleh anggota lintas rayon, dimulai pada pukul 15.30 wita sampai pukul 18.00 wita.

Mengilhami pesan orang bijak, Logika tanpa logistik akan macet seperti persimpangang lampu merah Jakarta. Oleh karenanya sebelum acara dimulai fasiliator kegiatan memastikan asupan gizi sebagai bahan jamuan berupa sirup mangga yang menyejukan siap memanjakan audienct. Pembukaan dimulai dengan prolog oleh moderator sahabat Nuktah. “Paolu Fereire adalah pelopor pemikir pendidikan yang memanusiakan manusia”, kalimat singkat pengantar dari Sang pemandu.

Sebagai Pemateri, Irwan menegaskan”Pendidikan membebaskan menurut Paulo lebih menekankan pada kesadaran manusia itu sendiri dalam berfikir dan sejauh mana usaha untuk terus menggali pengetahuan, dan tingkah laku seperti pendidikan akhlaq harus diterapkan sebagai penunjang pembelajaran” tukasnya dengan penuh keyakinan.

selepas  menjelaskan subtansi yang terkandung dalam teori Paulo Freire, sang moderator mempersilakan kepada audient untuk bertanya, dan menanggapinya.
“Pendidikan yang membebaskan adalah suatu pendidikan yang tidak membatasi peserta didik untuk belajar, baik dalam segi sarana dan prasarana, guru, tempat maupun sumber ilmu pengetahuan itu sendiri, layaknya sebagai mahasiswa, kita mengikuti organisasi, kita tidak membatasi untuk belajar bersama organisasi yang lainnya” tutur Dudung, selaku audient Public Speaking.

Pendidikan dari zaman purbakaladisadari sebagai  hal yang subtantif dalam kehidupan manusia. Khazanah pemikirian Paulo adalah sepenggal pengetahuan yang memeperkaya khazanah tersebut.Bagi PMII, kader mengemban tanggungjawab mengkaji suatu khazanah keilmuwan, baik seiring dengan perkembangan zaman, sehingga pendidikan adalah satu-satunya benteng pertahanan untuk memastikan bahwa manusia tetaplah memanusiakan. (Mgh)

SUNTIK II, Wadah Pembelajaran Jurnalistik Anggota PMII Kutai Timur




pmiikutim.or.id,-Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Menejemen Pendidikan Islam (MPI) dan Komisariat STAIS, bekerjasama mengadakan kegiatan Sekolah Jurnalistik Ke-II (SUNTIK II) pada hari Sabtu-Minggu (23-24/12/2018) di Gedung DPD KNPI Kutai Timur.

Kegiatan ini mengambil perwakilan peserta dari delegasi masing-masing Rayon diantaranya Rayon Pendidikan Agama Islam (PAI), Rayon Menejemen Pendidikan Islam (MPI), Rayon Akhwalus Syakhsiyyah (AS) dan Rayon Beriun Ekonimi Syariah (Beriun EKIS).

Sekolah Jurnalistik ini sebelumnya sudah pernah dilaksanakan 2016 lalu. Selain itu kegiatan ini diharapkan menyediakan wadah kader PMII KUTIM untuk belajar dunia jurnalistik sehingga mampu mengembangkannya ilmu yang telah didapat. “Jadi tujuan SUNTIK II itu diselenggarakan untuk melanjutkan atau meneruskan pelatihan jurnalistik sebelumnya dan untuk menambah kader PMII yang mengerti akan dunia jurnalistik, dan sebagai wadah kader PMII untuk  belajar dunia jurnalistik dan mampu mengembangkannya serta para kader-kader PMII yang mengikuti SUNTIK II mampu bersaing di media sosial dan memberantas HOAX yang banyak beredar”, ujar Wirandony selaku Ketua Panitia kegiatan tersebut.

Siti Nurasiyah selaku peserta mengungkapkan banyak hal yang didapatkan setelah mengikuti kegiatan ini, salah satunya yaitu para peserta diberi pengetahuan tentang cara-cara memanajemen sosial media agar lebih bermanfaat. “banyak sekali yang saya dapat, yaitu dapat teman, ilmu serta pengalaman baru, dan yang paling saya ingat itu tentang gimana kita memanajemen sosial media kita supaya lebih bermanfaat”, ujar Mahasiswi semester awal ini.

Dengan diadakannya kegiatan ini, diharapkan  media-media uang dikelola secara individu  maupu organisasi PMII Kutai Timur tidak sepi, dan kader-kader PMII mampu mengunggah kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan baik dari Rayon, Komisariat maupun Cabang. “Harapannya supaya nanti website PMII itu sendiri tidak sepi, semisal ada kegiatan yang dari Rayon, Komisariat ataupun Cabang kita harus sudah bisa membuat suatu berita sehingga kegiatan kita tidak terkesan mati”, ujar Abdul Rahman selaku Ketua PMII Komisariat STAI Sangatta dalam sambutanya. (Alf)

Panti Jompo Jadi Ruang Refleksi Peringatan Hari Ibu KOPRI Cabang Kutai Timur


pmiikutim.or.id ,- Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan KORP PMII  Putri (KOPRI)  Cabang Kutai Timur memperingati Hari Ibu dengan menyambangi Yayasan PONPES Manula (Panti Jompo) Al-Maghfiroh yang terletak di Desa Martadinata, Kec. Teluk Pandan  Kutai Timur(22/12/2018).

Kunjungan ini bertujuan untuk memberi warna baru dalam memperingati Hari Ibu yang mana kagiatan seperti ini sangat jarang dilakukan. “Kami ingin memberikan hal dan warna baru agar lebih berkesan dalam peringatan hari Ibu tahun ini”, ujar Fitri Zulaiha selaku Ketua KOPRI Cabang Kutai Timur.

Secara goegrafis Yayasan Panti Jompo Al-Maghfiroh termasuk ke dalam wilayah Kutai Timur, namun karena posisinya yang berada di pinggir daerah (berbatasan dengan Kota Bontang) menjadikan Yayasan ini tidak mendapat perhatian oleh pemerintah Kab. Kutai Timur. “Panti ini masih dalam wilayah Kutai Timur, cuma karena posisinya di pinggiran Sangatta jadi tidak tersentuh sama pemerintah Kutai Timur padahal semua prosedur sudah kami lewati dan kita sudah menghadap langsung ke Bupatinya”, ujar Bu Asih selaku Pengasuh Yayasan Panti Jompo Al-Maghfiroh ini.

Berdasarkan keterangan pihak Yayasan, terdapat  delapan manula dan empat anak-anak yang dirawat dan dibina di Yayasan ini. Kegiatan sehari hari bertumpu pada tenaga relawan yang turut membantu yaitu 2 Kepala Keluarga sebagai relawan tetap dan dua orang sebagai relawan tidak tetap. “Disini kami merawat 8 lansia dan 4 anak-anak yang merupakan korban dari perceraian orang tuanya, kegiatan yang dilakukan relawan yaitu berkebun bagi yang laki-laki dan yang perempuan biasanya bersih-bersih dan membantu mengurus para lansia”, tambah Asih.

"Jejak Kaki Di Ufuk Rindu"


Jejak Kaki Di Ufuk Rindu
Karya : siti saijah

Sahabat-sahabatiku..
Dapatkah Sejenak untuk memberi kabar ?
Masihkah kalian Menghirup udara segar?
Jalan di jalan mulus dan lancar
Serta ilmu yang di peroleh tanpa bayar

Sahabat - sahabatiku...
Ku ingat, malam ini jadwalnya mengkaji
Aku sudah berlari hingga tertatih
Tapi Aku kecewa lelahku tak terbayar
Semua rancanganku Buyar
Yang kutemukan hanya jejak kaki satu,dua biji
Pertanyaanya kemana kalian semua pergi ?
Seingatku kita sama-sama mengikrarkan janji
Jangan bersikap seolah ingin menghianati dan berhenti
Karena Hal itu membuat diriku pilu tak dapat Berdiri

Sahabat - sahabatiku..
Mari kita sama-sama kupas
Apa alasan yang membuat kalian malas
Agar kita bisa bersama membunuh rasa jenuh
Dan membuahkan hasil sekret  yang kembali penuh !!

Rayon Beriun Gelar Kegiatan Rayon Lawyers Club (RLC)


 
pmiikutim.or,id,- Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Beriun Ekonomi Syariah(BERIUN EKIS) STAIS Kutai Timur, menyelenggarakan kegiatan yang merupakan terobosan baru yaitu ”Rayon Lawyers Club (RLC)” pada hari Sabtu (15/12/2018) di Gedung KNPI Kutai Timur.
Rayon Lawyers Club merupakan program kerja Rayon Beriun EKIS dengan mengusung tema “Masa Depan Kader PMII Tidak Dalam Keadaan Baik-Baik Saja” yang bertujuan untuk meberikan warna baru  terhadap kegiatan-kegiatan PMII KUTIM dan sebagai pembuktian akan keseriusan para pengurus dalam mengemban amanah.
Abdul Rahman selaku Ketua Rayon Beriun EKIS yang sekaligus sebagai penanggung jawab kegiatan RLC mengemukakan “kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan untuk membuat warna baru terhadap kegiatan-kegiatan PMII KUTIM, sebagai bentuk keseriusan kami sebagai pengurus dalam mengemban amanah, sebagai ajang silaturahmi antar kepengurusan dan sebagai tempat menyampaikan keluh kesah”, jelasnya.
Dalam suatu organisasi pasti ada kendala dan permasalahan yang harus dihadapi dan diselesaikan. Salah satunya yaitu mengenai kualitas para kader PMII saat ini. Maka dari itu, sangat dibutuhkan adanya diskusi untuk mencari jalan keluar dari setiap permasalahan yang ada.
Moh. Riki S,Pd selaku penasehat Debat RLC  menuturkan “kita harus mencari jalan keluar untuk membuat kader-kader PMII lebih berkualitas, salah satunya dengan cara diskusi”, ujarnya.
 Para anggota PMII sangat dianjurkan untuk konsisten dalam mengikuti kegiatan-kegiatan yang telah diadakan serta dihimbau agar tidak bosan dan terkena seleksi alam. Ketua dan Sekretaris PMII Cabang Kutai Timur memberikan gagasan berupa mengadakan Sistem TOR yang merupakan sistem terprogram guna untuk mengatasi kader yang mulai menghilang.
“Sistem TOR merupakan sistem terprogram yang dibuat untuk mengatasi kader yang mulai hilang dan terkena seleksi alam”. Pungkas Zulkadrin, SE selaku Sekretaris Umum PMII Cabang Kutai Timur.
Kegiatan ini diakhiri dengan halal bihalal antar sesama pengurus dan anggota PMII Cabang Kutai Timur. (Alf)

Kuliah Maulid: PMII Kutim Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW. 1440 H

pmiikutim.or.id ,- Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kutai Timur memperingati Kelahiran Nabi Muhammad SAW. 1440 H dengan mengadakan Kuliah Maulid yang diikuti oleh seluruh kader dan anggota PMII di Sekretariat PMII Cabang Kutai Timur (22/11/18).

Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. ini mengangkat tema “Berkaca Pada Nabi SAW. Ditengah Dekadensi Ahlak Umat Akhir Zaman”. Kegiatan ini dibuka dengan pembacaan Sholawat yang dipimpin oleh Laskar Sholawat PMII Kutim dan dilanjutkan dengan kuliah maulid yang disampaikan oleh jajaran Alumni PMII, diantaranya Muchtar, M.Pd , Ali Basuki, S.Pd.I , Imam Hanafi, MA , Imam Syafi'i, M.Pd dan Haryono, M.Si.

Selain untuk memperingati Kelahiran Nabi Muhammad SAW, kegiatan ini juga bertujuan memberikan pelajaran agar kader dan anggota PMII dapat mengikuti jejak Rasulullah yang pantang menyerah dan selalu optimis menghadapi dunia yang semakin modern.

“Harapannya kader dan anggota milenial PMII dapat mengikuti jejak Rasulullah yang pantang menyerah dan selalu optimis menghadapi dunia yang semakin modern”. Tutur Abdul Manab selaku Ketua PMII Kutai Timur. (Alf)

KOPRI Lintas Rayon Se-Kutim Diskusikan Gerakan Perempuan PMII



pmiikutim.or.id,- Korps PMII Putri (KOPRI) lintas Rayon  di STAI Sangatta Kutai Timur melaksanakan diskusi bersama yang melibatkan lima pengurus KOPRI Rayon, diantaranya Rayon PGMI (Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyyah), Rayon MPI (Menejemen Pendidikan Islam), Rayon PAI (Pendidikan Agama Islam), Rayon Beriun EKIS (Beriun Ekonomi Syariah) dan Rayon AS (Ahwalu Syakhsiyah)  yang berlansung pada Rabu sore di  Lamin Adat Bukit Pelangi (14/11/2018).

Ketua KOPRI Rayon Beriun EKIS, Suci Indah Sari menerangkan diskusi ini merupakan program kerja sama antara KOPRI Beriun EKIS, KOPRI Rayon AS dan KOPRI Rayon PGMI. “jadi acara kemarin itu termasuk dalam proker (program kerja) KOPRI Rayon Beriun EKIS yang bekerja sama dengan KOPRI Rayon AS dan KOPRI rayon PGMI” jelasnya.