PMII Kembali Sholat

Merenungi Keadaan dan Kembali ke Tujuan Organisasi

Pentingnya Pendidikan Politik Sejak Dini

Contoh Kegiatan Politik Yang Tidak Mendidik

PMII Kutai Timur Gelar Konfercab

Konfercab PMII Cabang Kutai Timur

Sosok Kartini Masa Kini Telah Pergi

Sosok Inspirasi Pemudi Masa Kini

Noda Hitam Pesta Demokrasi

Pesta Lima Tahunan Yang Harus Dikawal Bersama

Sambut Tahun Baru, PMII Kutai Timur Gelar Refleksi dan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW



Minggu (31/12) Pukul 03.30 Wita. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kutai Timur mengadakan sebuah kegiatan yaitu Maulid Nabi Muhammad SAW serta refleksi akhir tahun. Di sekretariat PMII Cabang Kutai Timur. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua Cabang PMII sahabati Suci Nastiti beserta para Sahabat/i PMII Kutai Timur.

Randi Muhammmad Gumilang selaku fasilitator mengatakan momen Maulid Nabi ini haruslah menjadi renungan bagi para PMII Kutai timur untuk lebih baik. Senada dengan itu Sahabati Lailatul Rof’iah selaku ketua panitia acara tersebut juga mengatakan, "kegiatan ini dilakukan agar para sahabat/i yang hadir bisa meneladani akhlak Rasulullah SAW dan bisa lebih baik lagi dari tahun sebelumnya." Ucapnya.

"Alhamdulillah berkat limpahan Rahmat dan Ridha dari Allah SWT dan kerja keras para sahabat/i panitia acara sederhana ini bisa terlaksana dengan baik, walaupun terdapat sedikit kendala," Lanjut sahabati Lailatul Rof’iah. 

"Dengan adanya kegiatan ini PMII Kutim berharap semoga para sahabat/i mampu berpikir untuk memperbaiki diri sendiri dan tidak selalu mengandalkan egoisme dalam bertindak dan berbuat." Ujar sahabat irwanyah salah satu peserta. (ir)

SADAR HAK PEREMPUAN, PUTRI MENANGIS HARU



Sekolah Islam Gender (SIG) yang baru selesai digelar oleh Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) Cabang Kutai Timur meninggalkan kesan yang menarik bagi peserta yang mengikuti kegiatan tersebut.
Adalah  peserta atas nama Putri Mulianda, menangis haru saat menyampaikan kesan dan pesan pada sesi penutupan kegiatan tersebut. Dalam pidatonya Putri meneteskan air mata meratapi kenyataan yang dialaminya sebagai seorang perempuan akibat dari ketidak adilan Gender. “ SIG memberikan saya kesan bahwa perempuan seharusnya mendapat hak sosial yang sama layaknya laki-laki. Tidak seperti yang sekarang saya alami, susah sekali sekedar izin keluar rumah (karena perempuan), padahal tujuannya untuk belajar dan mengembangkan diri di PMII”, ujar mahasiswi semester 3 di STAI Sangatta tersebut.
Tangis haru Putri adalah menggambarkan bentuk keperhatinan perempuan terhadap budaya patriarki yang sangat merugikan perempuan. Ia pun menyadari hal tersebut setelah ditempa pengetahuan melalui SIG yang digelar di lantai 2 Islamic Center tersebut (8/16).
Diakhir pidatonya, Putri menyampaikan komitmennya akan mulai berbenah diri untuk meyakinkan masyarakat khususnya keluarganya, perempuan juga bisa memerankan status sosial layaknya laki-laki. 

TINGKATKAN KAPASITAS, Korps PMII Putri Kutai Timur Gelar SIG Ke-2



PMII Kutim News - Korps PMII Putri (Kopri) Kutai Timur mengadakan Sekolah Islam Gender (SIG). Kegiatan ini di adakan selama dua hari tanggal 07-08 Januari 2017, bertempat di Masjid Agung Sangatta Kutai Timur. Kegiatan ini diikuti oleh kader-kader PMII Putri Se-Kutai Timur. Adapun kegiatan mengangkat tema tentang Wanita Tiang Negara.

Kopri atau Korps PMII Putri merupakan badan semi otonom yang ada di bawah naungan kepengurusan PMII mulai dari pusat hingga tingkat rayon. SIG merupakan sistem kaderasi Kopri yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran tentang gender.

“Di SIG ini akan dibahas masalah Perspektif islam, Perspektif Hadis dan perspektif Fiqih bagai mana pendangan orang terkait wanita itu di dalam ranah sosial. Dan saya berharap setelah melakukan sekolah islam gender ini sahabat-sahabat dapat menerapkan sehari-hari” jelas Suci Nastiti, Ketua umum PC PMII Kutai Timur.

Di temui ditempat terpisah, triyani,ketua panitia SIG menjelaskan tentang persiapan SIG yang sempat mengalami kendala. “persiapan SIG sudah lumayan matang, dari seksi acara yang menyusun konsep acara Alkhamdulilah sudah maksimal, adapun kendala yang kita alami yaitu masalah panitia yang sibuk dan terkendala dari dana itu sendiri. Sebenarnya SIG ini kami laksanakan di bulan Desember karena terkait dengan kesibukan penitia kami undur “. Ujarnya.

Mengenai tujuan dan harapan diadakannya SIG, suci nastiti sebagai penanggung jawab kegiatan memaparkan : “Kegatan ini harus bisa meningkatkan kapasitas intelektual dan kemampuan kader-kader perempuan PMII, baik Kutai Timur maupun sewilayah Kalimantan Timur dalam mengembangkan kebijakan berdasar pengalaman, kebutuhan, dan paradigm lainnya yang bekaitan dengan peran ganda perempuan”. (slmt/AB)