PMII Kembali Sholat

Merenungi Keadaan dan Kembali ke Tujuan Organisasi

Pentingnya Pendidikan Politik Sejak Dini

Contoh Kegiatan Politik Yang Tidak Mendidik

PMII Kutai Timur Gelar Konfercab

Konfercab PMII Cabang Kutai Timur

Sosok Kartini Masa Kini Telah Pergi

Sosok Inspirasi Pemudi Masa Kini

Noda Hitam Pesta Demokrasi

Pesta Lima Tahunan Yang Harus Dikawal Bersama

PMII Kutai Timur Gelar Tabligh Hari Santri




pmiikutim.or.id,-Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kutai Timur memperingati Hari Santri Nasional dengan mengadakan Tabligh Hari Santri yang diikuti oleh masyarakat Sangatta dan anggota PMII Kamis (25/10/2018) di Masjid Ar-Rohiim Sangatta.

PMII yang merupakan bagian dari elemen santri berpenggang teguh pada ajaran islam Ahlussunnah Wal-Jama'ah tentu punya tanggung jawab moral untuk memeriahkan peringatan Hari Santri Nasional. Dalam kegiatan Tabligh Hari Santri tersebut, PMII Kutim mengangkat Tema “Pentingnya peran santri diera globalisasi dalam membentuk generasi Ulul Albab”.

Kegiatan peringatan Hari Santri yang diketuai oleh Sahabat Gustian ini sukses terlaksana dengan diawali pembacaan Shalawat dipimpin oleh Laskar Sholawat PMII Kutim dan dilanjutkan dengan tabligh akbar yang disampaikan KH. Sobirin Bagus, MM, Alumni PMII yang merupakan Mantan Ketua MUI Kutai Timur .

Elemen Cipayung Plus (PMII, GMNI, HMI, BEM) Rayakan HUT Kutim Ke-19 dengan Aksi Perlawanan



pmiikutim.or.id,- Jum’at, 12 Oktober 2018 bukan hari yang biasa bagi warga Kutai Timur. Tepat 19 tahun lalu, kabupaten yang terkenal dengan emas hitamnya ini resmi menjadi satu daerah otonom dari sekian banyak daerah lainnya diseluruh  Indonesia pasca kejatuhan Orde Baru dibawah pimpinan soeharto.

Riuh sambutan atas hari lahir tersebut, begitu meriah diperingati setiap tahunnya di Ibu Kota Kabupaten ini, Sangatta. Ini bisa terlihat juga pada beberapa hari terakhir ini.  Tak ayal berbagai event digelar oleh pemerintah Kabupaten, mulai dari jalan santai dihiasi dengan bagi-bagi hadiah, gelaran panggung-pagung bernyanyi dengan artis-artis ternama, sampai pada pamer-pamer keberhasilan pembangunan oleh perangkat-perangkat daerah. Sangat meriah.

Namun, ada yang berbeda pada peringatan hari lahir Kutai Timur  yang ke-19 kali ini. Tak mau ketinggalan, elemen Mahasiswa yang menjadi tumpuan harapan masa depan Kutai Timur bergerak membuat perayaanya sendiri. Dibawah bendera yang berbeda-beda seperti, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dibawah pimpinan Abdul Manab, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) pimpinan Khaerudin, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) pimpinan Nasir Alimudin, BEM STAIS , BEM STIPER, BEM STIE Nusantara dan Lingkar Studi Kerakyatan (LSK) serta elemen mahasiswa lainnya,  bersatu membentuk gerakan tandingan memperingati hari lahir Kutai Timur dengan Aksi Long March.

MAPABA XIX PMII Kutai Timur Lahirkan Generasi Ulul Albab