Aktivis KOPRI PMII Kutim Adakan Sekolah Jalanan

Foto pada saat materi tentang pengenalan huruf-huruf hijaiyah

pmiicabkutim.or.id-Pendidikan bukan hanya tugas guru semata, melainkan tanggung jawab bersama. Begitu juga dengan aktivis Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia  Puteri (KOPRI) Cabang Kutai Timur yang mengadakan "Sekolah Jalanan" di Masjid kenyamukan, Sangattta, Kabupaten Kutai Timur. (15/9/2019).

Adapun "Sekolah Jalanan" yang di adakan aktivis Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Puteri (KOPRI) Cabang Kutai Timur tentang dasar-dasar pemahaman keagamaan, di antaranya belajar mengaji, doa harian, praktik berwudhu serta pembelajaran Islam lainya.

"Sekolah Jalanan" akan dilaksanakan setiap hati minggu, dimulai dari jam 15.30 WITA, dan berakhir pada pukul 17.00 WITA. 

Ketua KOPRI PMII Kutai Timur, Sahabat Triyani Prihatinah menuturkan bahwa Sekolah Jalanan merupakan sebagai wadah penting untuk mempersiapkan generasi emas mendatang. Karena KOPRI memiliki peran andil dalam mempersiapkan generasi mendatang dan menjawab tantangan zaman.

"Kita tidak dapat merubah masa depan tapi kita dapat mempersiapkan masa depan", tutur Triyani Prihatinah.

Kegiatan ini dihadiri anak-anak yang bertempat tinggal di kenyamukan, kurang lebih 30 orang, usia  4-12 tahun.

Putri Mulianda, selaku sekertaris KOPRI Cabang Kutai Timur, juga berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini dia berharap kegiatan ini  melahirkan generasi yang berakhlak baik dan cerdas.

"Harapan saya semoga anak-anak yang belajar di Sekolah Jalanan ini, lebih faham lagi tentang baca tulis al-qur'an, bacaan-bacaan sholat, surah-surah pendek dan dapat memiliki karakter yang baik serta menjadi anak yang dibanggakan orang tuanya",ujar Putri.

Ketua UMUM PC. PMII Kutim, sahabat Hajrah sangat mengapresiasi kegiatan KOPRI Cabang Kutai Timur yang sangat responsif terhadap masalah-masalah pendidikan  keagamaan yang ada di Kutai Timur. 

"Semoga dengan adanya Sekolah Jalanan ini, bisa menjadi tempat belajar yang baru dalam menambah pengetahuan keagamaan untuk anak usia dini.", ujar Hajrah.

Hajrah juga berharap Sekolah Jalanan tersebut, tidak hanya berjalan selama periode kepemimpinan sahabat Triyani Prihatinah saja, tapi harus bisa terus dijalankan secara berkelanjutan sampai periode berikutnya lagi.

"PMII Kutim terus berusaha melakukan advokasi pendidikan untuk generasi muda yang kurang menyentuh dunia  pendidikan, apalagi pendidikan agama", tambah Hajrah.

Sementara itu, Pak Yusran selaku Imam Masjid juga memberikan apresiasi kegiatan KOPRI PMII Kutai Timur, yang sudah meluangkan waktu untuk memberikan pendidikan yang positif bagi anak-anak di Kenyamukan.

Beliau juga berharap kegiatan seperti ini terus di lanjutkan, karena hal ini sangat membantu dalam meningkatkan pemahaman anak-anak tentang dasar-dasar keagamaan.

"Saya berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilanjutkan, karena kegiatan seperti ini perlu untuk meningkatkan pemahaman keagamaan anak-anak di sini", ujar Pak Yusran, selaku Iman Masjid.

Beliau juga ikut serta mengarahkan anak-anak kenyamukan untuk menghadiri sekolah jalanan ini.(Jah)

0 Comments