PMII KUTIM TOLAK PEOPLE POWER

PMII Kutim-Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Kutai Timur menolak adanya seruan Amien Rais tentang ‘People Power’. Sebab, PMII menilai proses demokrasi saat ini sudah menuju ke arah yang lebih baik.

Pada pemilu tahun ini, proses pemilihan berjalan dengan lancar sesuai dengan apa yang dicita-citakan.  Kemudian, ditahun ini tingkat partisipasi pemilih telah mencapai 80,90 persen. Hal ini meningkat dibandingkan dari tahun 2014 yang hanya mencapai 70 persen. Bahkan, jumlah tersebut melampaui target partipasi pemilu sekitar 77,5 persen,”ungkap ketua PMII Kabupaten Kutai Timur Hajrah, kemarin.
Menurut Hajrah, sikap PMII ini sudah dinyatakan secara resmi oleh Ketua PKC PMII Kaltimra, Panji Sukma Nugraha Senin malam (23/4/2019) melalui press relesnya.

PMII Kabupaten Kutai Timur mendukung penuh sikap yang diambil PKC PMII Kaltimra itu.
Lebih lanjut Hajrah mengungkapkan pihaknya mengajak kepada seluruh elemen masyarakat Kabupaten Kutai Timur untuk tenang dan menunggu hasil real dari KPU. Tidak  melakukan sejumlah kegiatan yang membuat resah dan tidak menebar berita hoax.

“Seluruh sengketa kepemiluan telah disediakan perangkat penyelesaiannya oleh negara, yakni melalui Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) hingga Mahkamah Konstitusi (MK). Untuk itu kami mengajak seluruh masyarakat lebih khusus di Kutai Timur untuk menunggu hasil akhir dari KPU pada 22 Mei 2019, mendatang,”ungkap Hajrah. 

Jika ada temuan pelanggaran bisa langsung melaporkan kepetugas pemilu (Bawaslu) dan pihak berwajib untuk di tindak lanjuti,. “Untuk itu kami dari PMII Kutim sekali lagi mengajak agar tetap tenang dan menunggu hasil yang real dari KPU", harapan dengan terselenggaranya pemilu tahun ini masyarakat indonesia tetap akur dan damai siapapun presidennya itulah pemimpin kita  dan semoga bisa amanah dalam menjalankan semua tugas dan tanggung jawabnya. (IR)

0 komentar:

Post a Comment