PMII Kembali Sholat

Merenungi Keadaan dan Kembali ke Tujuan Organisasi

Pentingnya Pendidikan Politik Sejak Dini

Contoh Kegiatan Politik Yang Tidak Mendidik

PMII Kutai Timur Gelar Konfercab

Konfercab PMII Cabang Kutai Timur

Sosok Kartini Masa Kini Telah Pergi

Sosok Inspirasi Pemudi Masa Kini

Noda Hitam Pesta Demokrasi

Pesta Lima Tahunan Yang Harus Dikawal Bersama

Workshop Administrasi, Cara PMII Kutim Wujudkan Organisasi Profesional, Kredibel dan Akuntabel




pmiikutim.or.id,-Untuk meningkatkan kemampuan pengurus dalam tata kelola organisasi dibidang administrasi, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kutai Timur melaksanakan kegiatan workshop administrasi , Sabtu (11/8/2018).
Kegiatan workshop yang berlangsung seharian penuh diikuti oleh perwakilan pengurus rayon-rayon dan komisariat se-Kutai Timur sebanyak 31 orang. Kegiatan workshop administrasi merupakan agenda  kaderisasi non-formal  PMII Kutai Timur untuk memberikan penguatan kepada pengurus dibawahnya dalam menjalankan tugas-tugas organisasi.
"Workshop administrasi ini penting kita laksanakan, agar pengurus baik rayon maupun komisariat dapat lebih siap menjalankan roda organisasi disetiap periode, " ungkap Abdul Manab selaku Ketua Umum PMII Kutai Timur dalam sambutannya.

Indonesia Berduka, PMII Kutim Kumpulkan Donasi Untuk Korban Gempa NTB





pmiikutim.or.id,- Gempa 7 skala richter (SR) mengguncang Lombok Utara, Minggu (5/8) pukul 18.46. Gempa yang berlokasi di 8.37 LS, 116.48BT dengan kedalaman 15 Kilometer tersebut  sempat membuat Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan tsunami.

Gempa berkekuatan 7,0 skala richter ini membuat masyarakat di Lombok panik bukan kepalang. Mereka berusaha menyelamatkan diri karena goncangan terasa jauh lebih kuat dari sebelumnya. Sampai berita ini diturunkan, dilaporkan korban tewas berjumlah 108 orang, ratusan luka-luka dan ratusan ribu mengungsi.

Gagas Keadilan Gender, SIG PMII Kutim Luluskan 19 Kader KOPRI




pmiikutim.or.id,- Demi menumbuhkan semangat kesetaraan dan keadilan  gender, Korps Pergerkan Mahasiswa Islam Indonesi Puteri (KOPRI) Komisariat STAI Sangatta menggelar Sekolah Islam Gender (SIG) Se-Provinsi Kalimantan Timur-Utara. Kegiatan berlansung selama tiga hari tersebut, sukses digelar dari hari jum’at hingga minggu, 3-5 Agustus 2018.

Dalam laporannya, Karnia, selaku Ketua Panitia menyampaikan bahwa kegiatan SIG ini didesain dengan semangat untuk membangun kualitas perempuan, khususnya kader putri PMII di Kalimantan Timur. “ Kegiatan yang akan dilakasanakan ini sudah kita desain dengan matang, Pemateri pun kita datangkan dari beberapa daerah, demi menumbuhkan semangat buat para peserta”, ujarnya.

Mengangkat tema “peran kader dalam menegakkan keadilan gender”, SIG yang ke-III tersebut berhasil meluluskan 19 orang peserta putri yang berasal dari berbagai daerah di Kalimantan Timur. “Kegiatan SIG ini diikuti oleh 19 orang peserta, berasal dari PMII Komisariat IAIN Samarinda, Komisariat Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Timur, PMII cabang paser, dan lima rayon di Komiisariat STAIS Kutai Timur”, terang Triyani selaku ketua KOPRI Komisariat STAIS.

Senada dengan pernyataan diatas, Ketua KOPRI PMII Kutai Timur, Fitri Zulaiha, menyampaikan apresiasi atas terselanggaranya kegiatan SIG ini, bahkan ia mengindikasikan akan melaksanakan kaderisasi lanjutan untuk kader Putri PMII diwaktu dekat. “ sebagai apresiasi, KOPRI akan mengawal kegiatan SIG, dan berharap dengan adanya SIG, sahabat-sahabati PMII yang putri bisa bertambah wawasannya, dan tidak minder lagi berhadapan dengan superioritas laki-laki. Perempuan diharapkan mampu mengerti bahwa perempuan juga bisa. Nanti lebih lanjut, kita akan berusaha melaksanakan SKK di Kutai Timur”, tegas mahasiswi semester akhir tersebut.