PMII Kembali Sholat

Merenungi Keadaan dan Kembali ke Tujuan Organisasi

Pentingnya Pendidikan Politik Sejak Dini

Contoh Kegiatan Politik Yang Tidak Mendidik

PMII Kutai Timur Gelar Konfercab

Konfercab PMII Cabang Kutai Timur

Sosok Kartini Masa Kini Telah Pergi

Sosok Inspirasi Pemudi Masa Kini

Noda Hitam Pesta Demokrasi

Pesta Lima Tahunan Yang Harus Dikawal Bersama

Perempuan Aktivis, Kartini Masa Kini

pmiikutim.or.id- Hari kartini diperingati setiap tahun sebagai hari kelahiran Raden Ajeng Kartini, tepatnya pada tanggal 21 April 1879. Kartini merupakan tokoh pahlawan Nasional Indonesia. Sosok yang dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan.

Peringatan hari kartini belakangan ini hanya terkesan menunjukkan acara-acara ceremonial belaka yang menjadi budaya patriarki (menggunakan baju kebaya, lomba make up, dan yang berhubungan dengan ibuisme).  Budaya patriarki menjadi hambatan ketika perempuan ingin melakukan gerakan. System patriarki memberikan beban domestic bagi perempuan yang ingin masuk kedunia aktivis.

Seiring berjalannya waktu kebiasaan tersebut dianggap lumrah, namun harus kita ingat dan sadari bahwa keriuhan tersebut jangan sampai menutup esensi perjuangan Kartini yaitu persamaan hak bagi kaum perempuan. Bahwa perempuan juga memiliki hak yang sama dengan laki-laki dalam perjuangannya yang membedakan ialah fisik laki-laki dan perempuan. Otonomi tubuh perempuan  itu diaktualisasikan dengan bagaimana perempuan bisa keluar dari kungkungan untuk menciptakan hal yang lebih baik kedepannya. Bukan hanya sekedar emansipasi, tetapi bagaimana perempuan bias membuat perubahan, baik ditingkat paling kecil, dilingkungannya maupun perubahan social yang lebih besar.

Sebagai aktivis perempuan yang perlu diresapi adalah semangat perjuangannya. Bagaimana misalnya, kartini mengekspresikan pikiran melalui tulisan-tulisannya. Ia pun berjuang tidak menggunakan fisik tapi menggunakan gagasan dan sangat berpengaruh bagi bangsa ini.

Dunia aktivis yang memiliki resiko tinggi sudah bukan ranah laki-laki saja tetapi perempuan juga dapat berkecimpung didalamnya. Tantangan seorang aktivis di era milenial ini sangatlah besar, yang sangat berpengaruh ialah kebiajakan pemerintah yang menjadi musuh tak terlihat bagi aktivis pada umumnya.

Tantangan perempuan untuk berkecimpung dalam dunia aktivis saat ini lebih banyak. Tetapi aktivis dari kalangan mahasiswa sekarang justru harus dilahirkan, bukan terlahir sendiri seperti dulu. Bahkan sangat minim perempuan yang ikut tergabung dalam pergerakan untuk membuat perubahan.
Saat ini, pergerakan perempuan menjadi samar, berbeda dengan gerakan laki-laki yang lebih kompleks. Bahwa pergerakan perempuan harus lebih kompleks dan turut andil seperti yang diperjuangkan laki-laki dan tidak mengalienasikan diri. Karena esensi sejatinya dari pergerakan ialah apa yang diperjuangkan.

Dengan tantangan baru dan musuh tak terlihat seperti itu, mahasiswa perlu meningkatkan daya nalar dan kritisnya dengan cara membuka ruang public selebar-lebarnya sehingga dapat menciptakan dialektika.Terutama bagi kaum perempuan yang sangat minim pergerakannya.
SELAMAT HARI KARTINI

Oleh : Fitri Zulaiha, Ketua KOPRI PMII KUTAI TIMUR .

PMII Kutim Meriahkan HARLAH ke-58 dengan Berbagai Kegiatan


Ketua Umum PMII Kutim memberikan Piagam penghargaan kepada Habib Bagir usai memberikan Tausiyahnya di Acara Puncak Harlah PMII
pmiikutim.or.id-Pengurus Cabang PMII Kabupaten Kutai Timur merayakan Hari lahir PMII yang ke 58 Tahun. Kegiatan perayaan ini dirangkaikan dengan beberapa item kegiatan seperti baksos disekitar Masjid Al-Muhajirin Kampung Kajang, Lomba –lomba berbagai jenis olahrga (Futsal, Tarik Tambang, Benteng, Volly) antar pengurus dan Alumni, dan ditutup denganTasyakuran pada malam puncak Harlah PMII ke-58 (17/4).
Dalam laporannya, Supriadi, Ketua Panitia HARLAH KE-58 menerangkan, kegiatan perayaan ini dimulai pada tanggal 13 hingga 17 April kemarin. “Perayaan PMII ini secara nasional disemua provinsi dan kabupaten kota di Indonesia, sebenarnya jatuh pada tanggal 17 April, namun di Kutai Timur perayaan Harlah kita sudah mulai rangkaiannya pada tanggal 13 april dengan Bakti Sosial di Masjid Kampung Kajang”,  terangnya.

58 Tahun PMII, Dari Struktur Menuju Kubur

pmiikutim.or.id- 17 april, adalah bukan tanggal biasa khususnya bagi kita yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia. Hari ini, tepat 58 tahun yang lalu, organisasi kemahasiswaan dan keislaman ini dilahirkan di Surabaya, Jawa Timur. Dengan semagat memegang teguh Ideologi Islam Ahlussunnah Wal Jama’ah, sejarah mencatat PMII sebagai organisasi kaum santri yang tegas mengutarakan keberpihakannya kepada kaum Mustad’afin. PMII dengan berbagai corak model geraknya, berhasil  melewati fase kebangsaan mulai dari Orde Lama, Orde Baru sampai Era Reformasi dengan tetap pada cita-cita awal berdirinya, melahirkan pribadi muslim yang bertaqwa untuk memperjuangkan cita-cita bangsa.