PMII Kembali Sholat

Merenungi Keadaan dan Kembali ke Tujuan Organisasi

Pentingnya Pendidikan Politik Sejak Dini

Contoh Kegiatan Politik Yang Tidak Mendidik

PMII Kutai Timur Gelar Konfercab

Konfercab PMII Cabang Kutai Timur

Sosok Kartini Masa Kini Telah Pergi

Sosok Inspirasi Pemudi Masa Kini

Noda Hitam Pesta Demokrasi

Pesta Lima Tahunan Yang Harus Dikawal Bersama

UU MD3 Membungkam Rakyat, PMII KUTIM Geruduk Kantor DPRD



pmiikutim.or.id-Selasa, ( 27/02/2018 ) Pagi hari, sekitar 70 lebih mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, atau PMII Cabang Kutai Timur menggelar aksi menentang hasil Revisi Undang – undang MD3. Undang-undang ini dinilai tidak pantas untuk disahkan karena mencederai demokrasi.Aksi kali ini dimulai pada titik start di sekretariat PMII Kutim, dengan diawali oleh doa bersama, kemudian bergeser ke jalan Yos Sudarsosimpang 3 Pendidikan.
Dilokasi tersebut, aksi kembali dilanjutkan dengan orasi dari pimpinan-pimpinan PMII Kutai Timur. Dalam salah satu orasinya, Ketua Rayon PAI PMII Kutai Timur atau akrab disapa sahabat Yusri menyampaikan bahwa banyak hal yang patut di kritisi pada pemerintahan, “ lantas apabila banyak yang perlu di kritisi tidak seharunya ruang tersebut dibatasi dengan undang-undang yang akan mempersempit ruang gerak kritik itu sendiri”, Ujarnya.
Tak sampai di sana, Sekretaris Umum PMII Kutai Timur juga menyampaikan dalam salah satu orasinya “  hari ini adalah bukti dari pengaktualisasian PMII, sekaligus bukti dari peran mahasiswa sebagai agent of change, mahasiswa bersama rakyat menolak tegas revisi UU MD3 yang mengebiri demokrasi. Dengan UU MD3 ini dinilai Sebagai dalih agar DPR dapat menjadi lembaga yang anti kritik. “ Ujar Pria yang akrab disapa Sahabat Zulkadrin tersebut.

Aksi kemudian kembali dilanjutkan dengan pertunjukan teaterikal. Teaterikal yang dimainkan apik oleh mahasiswa ini menceritakan sindiran sekaligus cerminan kejadian apabila UU MD3 ini diberlakukan. Di mana penangkapan terhadap rakyat-rakyat yang dinilai mengkritik DPR akan mudah dilakukan dan tentunya akan berakhir dengan penahan.

Seminar Warnai Pelantikan Rayon Beriun dan Rayon Ahwal Al Syakhsyiah

pmiikutim.or.id,- Untuk menumbuhkan nilai-nilai pergerakan dan memperkokoh Semangat pengkaderan, Pengurus Rayon Beriun Ekonomi Syariah dan Rayon Ahwal Al Syakhsyiah Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) STAIS menggelar Seminar dan Pelantikan, di gedung KNPI Kutai Timur, Minggu (11/2/2018).

Setelah usai pelantikan, kegiatan tersebut ditutup dengan seminar yang bertemakan Membangun Karakter Mahasiswa Ekonomi Syariah Untuk Peradaban Sosial, dengan narasumber musthato',  M.Pd.I dan Ulfa Jamilatul Farida, S. HI, S. IP,  M. SI.

Sementara Ketua PR Beriun Ekonomi Syariah , Abdul Rahman,  dalam sambutannya menyatakan bahwa pelantikan ini Adalah awal, yang akan menjadi titik star dalam pergerakan pengurus Rayonnya. “kegiatan ini sangat penting buat Pengurus ini dalam Setahun mendatang,  karna akan menjadikan komitmen kami lebih kuat kedepan" ucapnya.

Dilain pihak,  Ketua Rayon Ahwal Al Syakhsyiah, Wantri Irman Kurniawan, dalam kesempatan yang sama menyatakan mengharapkan support dan dukungan dari berbagai pihak yang lebih dulu di PMII,  mengingat  Rayon ini merupakan lembaga baru yang butuh banyak belajar. “ Dengan dilantiknya pengurus Rayon AS ini,  kami akan senantiasa berharap bimbingan dari senior yang sudah lebih dahulu belajar di PMII,  agar kaderisasi di Rayon AS bisa berjalan sebagaimana mestinya” tegasnya.

Pengurus Rayon yang akan mengemban amanah selama satu periode 2017-2018 tersebut kemudian dilantik secara resmi oleh Ketua Umum PMII Kutai Timur, Abdul Manab. Setelah pelantikan acara kemudian dilanjutkan dengan Seminar yang membahas Ekonomi Syariah dan Tantangan Mahasiswa di Era Milenial.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Muhammad Sadam Husein, S.Pd.I  dan Eko Sidik Sutrimo, S.E selaku Majelis Pembina Rayon (Mabinra), Beberapa Mabincab yang hadir adalah Sahabat Muh. Khoirul Faizin, Sahabat Muhammad dan Ali Basuki. (Drin).