PMII Kembali Sholat

Merenungi Keadaan dan Kembali ke Tujuan Organisasi

Pentingnya Pendidikan Politik Sejak Dini

Contoh Kegiatan Politik Yang Tidak Mendidik

PMII Kutai Timur Gelar Konfercab

Konfercab PMII Cabang Kutai Timur

Sosok Kartini Masa Kini Telah Pergi

Sosok Inspirasi Pemudi Masa Kini

Noda Hitam Pesta Demokrasi

Pesta Lima Tahunan Yang Harus Dikawal Bersama

Padus PMII Tampil Memukau Dipelantikan NU Kutim


PMII Kutim - Pengurus Cabang Nahdlotul Ulama (NU) menggelar resepsi pelantikan kepengurusan masa khidmat 2016-2021 yang dikemas dengan Hari Lahir (Harlah) NU ke-91, bertempat di Gedung Serba Guna (GSG) Bukit Pelangi Kutai Timur. pada Minggu (19/02/2017).

Acara tersebut dimeriahkan dengan penampilan Tim Paduan suara persembahan dari Pergerakan mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kutai Timur. Hal tersebut guna menegaskan bahwa PMII selalu siap memberikan andil yang signifikan kepada NU sebagai jamiyah yang menjadi induk ideologis organisasi ini.

Group tarik suara asuhan sahabat Muhammad Syafe’I tersebut sukses tampil dan memukau tamu undangan yang hadir pada acara tersebut. Dengan jumlah 20 personil, Padus PMII ini menyenandungkan 4 lagu yakni Indonesia Raya, Mars NU, Mars Fatayat dan Syahbanul Wathon.

Dalam setiap penampilannya, Tim paduan suara ini mendapatkan respon positif dari tamu undangan yang hadir, ini terlihat melalui tepuk tangan riuh hadirin setiap selesai menyumbangkan suara emasnya. Hal tersebut tidaklah mengherankan, pasalnya Tim Tarik Suara PMII ini sebelumnya telah sukses tampil dalam berbagai ajang di kabupaten Kutai Timur. Anggap saja misalnya Musyawarah Daerah MUI (Majelis Ulama Indonesia) Kabupaten Kutai Timur, Konferensi Cabang Fatayat NU Kutim, Pelantikan PC PMII Kutim, Pelantikan PKC PMII Kaltim, dan yang terakhir Pelantikan NU Kutim kemarin.

Hadir dalam acara pelantikan tersebut,Ketua PBNU kord. Wilayah Kalimantan Drs. KH. Farid Wajdy, M.Pd. yang juga alumni PMII, Ketua PWNU Provinsi Kalimantan Timur KH. Muhammad Rosyid, Bupati Kutai Timur dan sejumlah pejabat dilingkungan pemerintah daerah kab. Kutai Timur.

Berikut nama-nama personilnya :

Pelatih : Sahabat Muhammad Syafe’i
Dirijen : Sahabati Meriati
Anggota Putra : Alof Santoso, Eko, Arisandi, Muh. Goestian, Alwi Ogi, Andi Choirul, Yoga, Andre.
Anggota Putri : Rea Damayanti, Jumiahti, Rohamna, Nur Atina, Fatmawati, Icha, Karnia, Rafidoh, Zahratul Ain, Helti, Herdianti.

Padus PMII, Acara Harlah NU ke-91 Kutai Timur

PERNYATAAN SIKAP PMII ATAS PERLAKUAN TERHADAP KH. MA'RUF AMIN

PERNYATAAN SIKAP
PENGURUS BESAR PERGERAKAN MAHASISWA ISLAM INDONESIA (PB PMII)

Salam hormat dan salam silaturrahim kami haturkan, teriring do'a semoga Allah SWT senantiasa mencurahkan rahmat dan taufiq-Nya kepada kita, amiin. Situasi sosial politik Indonesia akhir-akhir ini sangat memprihatinkan. Memperhatikan kondisi terakhir yang memperlihatkan adanya polemik dalam persidangan kasus dugaan penistaan agama yang melibatkan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menimbulkan keresahan dimasyarakat. Memperhatikan pernyataan Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok dan Tim Kuasa Hukumnya yang arogan dan tidak memiliki etika budaya Indonesia, yang menghormati kepada orang yang lebih tua dan sayang kepada orang yang lebih muda, serta menganggap saksi tidak objektif dan palsu kepada Ketua Umum MUI Pusat yang juga Rais 'Aam PBNU, Al Mukarom Bapak KH. Ma'ruf Amin selaku saksi ahli yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum dalam sidang dakwaan penistaan agama pada hari Selasa 31 Januari 2017 sangatlah disayangkan. Untuk itu kami dari PB PMII menyatakan : 
1. Mengecam sikap Ahok kepada Rois Am PBNU KH. Ma'ruf Amin dalam persidangan yang tidak sama sekali menunjukan etika sebagai pemimpin, dan mempunyai tata krama sebagai warga Negara Indonesia yang menghormati orang tua terlebih ulama yang menjadi panutan dan sakral di NU 
2. Meminta kepada Ahok dan timnya untuk berhenti membuat pernyataan-pernyataan kontroversial dan sikap arogan yang hanya akan memperkeruh keadaan. 
3. Menyerukan seluruh warga NU khususnya kader-kader PMII untuk tidak terpancing dan terprovokasi oleh pihak pihak lain yg ingin memanfaatkan situasi. 
4. Menghargai permintaan maaf Ahok dan terlebih kebijaksanaan dari KH. Ma'ruf Amin yang telah dengan ikhlas memaafkan sebagi sikap yang harus dijadikan contoh oleh semua elite politik untuk tidak memperkeruh keadaan. 
Jakarta, 2 Februari 2017 


Aminuddin Ma'ruf 
Ketua Umum PB PMII