PMII Kembali Sholat

Merenungi Keadaan dan Kembali ke Tujuan Organisasi

Pentingnya Pendidikan Politik Sejak Dini

Contoh Kegiatan Politik Yang Tidak Mendidik

PMII Kutai Timur Gelar Konfercab

Konfercab PMII Cabang Kutai Timur

Sosok Kartini Masa Kini Telah Pergi

Sosok Inspirasi Pemudi Masa Kini

Noda Hitam Pesta Demokrasi

Pesta Lima Tahunan Yang Harus Dikawal Bersama

FMI GELORAKAN SEMANGAT MAHASISWA


Pergerakan News, Anggota Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang tergabung didalam komunitas Free Market of Idea (FMI) membuat kegiatan diskusi yang membahas tentang peran-peran mahasiswa dari masa ke masa, yang mana mahasiswa dapat menggulirkan kursi kekuasaan seorang penguasa pada masa orde baru hingga gerakan mahasiswa pada era kini. Peran mahasiswa pada saat ini sudah tak lagi sama, jika dulu mahasiswa berperan sebagai middle-man (perantara), sekarang mahasiswa tak lagi berperan sebagai middle-man. Hal ini dikarenakan saat ini masyarakat mampu menyampaikan aspirasinya langsung ke penguasa (pemerintah) ,melalui keterbukaan publik yang telah dijamin undang-undang. Dari hal ini mahasiswa harus pandai-pandai menempatkan diri, mampu membaca situasi dan berpikir kritis tentang segala sesuatu yang terjadi pada saat ini.
Kegiatan FMI ini bertujuan untuk membakar semangat dari kami para mahasiswa itu sendiri, yang mana agar para mahasiswa dapat lebih mengeksplor diri dan tidak pasif. Komunitas ini melakukan pertemuan perdana pada hari Senin, (10/10/16) di Jalan Diponegoro Gg taruna 2, dalam pertemuan tersebut dihadiri oleh seorang fasilitator yang merupakan Ketua I Internal PC PMII Kutai Timur sahabat Zulkadrin dan anggota PMII Kutai Timur sebanyak 10 orang.(TP)

KOPRI PEDULI BENCANA

Rabu, (12/1016) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) PC PMII Kutai Timur melakukan kegiatan Bakti Sosial (BAKSOS) di Posko Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang berada di depan Hotel Golden, untuk korban kebakaran yang melenyapkan 41 barakan dan 3 rumah di Jalan Bhayangkara. Hal ini menggerakkan hati dari para KOPRI untuk menyalurkan bantuan yang berupa sembako dan baju layak pakai. Tujuan dari kegiatan baksos tersebut adalah untuk meringankan beban korban kebakaran yang terjadi pada Senin, (10/10/16). 

Pengumpulan bantuan berupa sembako dan baju layak pakai dikumpulkan selama kurang lebih dua hari di Sekretariat PC PMII Kutai Timur, bantuan tersebut berasal dari sahabat/sahabati PMII dan sumbangan sukarela dari warga sekitar. 

Dalam sela-sela kesibukannya mengumpulkan bantuan, Sahabati Nor Azizah selaku Sekretaris Umum KOPRI PC PMII Kutai Timur yang juga merupakan Koordinator Baksos mengatakan, “Semoga korban diberi ketabahan dan kesabaran untuk menjalani ujian ini, dan kami berharap semoga bantuan dari KOPRI dapat meringankan sedikit beban para korban”,ungkapnya.(TP)

PMII Cabang Kutai Timur, Inisiatif Ingin Hidupkan Kembali PMII Bontang

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kutai Timur mendatangi Sekretariat Nahdlatul Ulama (NU) Bontang pada Minggu, 09/10/2016 untuk bersilaturahmi dengan Pengurus Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kota Bontang guna membicarakan keinginan sahabat/i PMII Cabang Kutai Timur yang ingin menghidupkan kembali PMII Cabang Bontang.

Dalam pertemuan tersebut selain dihadiri oleh Pengurus PMII Cabang Kutai Timur dan Pengurus IPNU, juga dihadiri oleh alumni PMII dari Kutai Timur, alumni PMII Pontianak serta Ketua KNPI Kota Bontang yang juga merupakan Alumni PMII Bontang.

Pertemuan tersebut merupakan ajang silaturahmi sekaligus membahas keinginan dari sahabat/i PMII yang ingin kembali menghidupkan kembali PMII di Kota Bontang, yang menjadi cita-cita bersama baik dari alumni maupun pengurus aktif organisasi PMII.

Suci Nastiti, selaku Ketua Cabang PMII Kutai Timur menyampaikan bahwa PMII Kutim dalm waktu dekat akan mengadakan kegiatan kaderisasi yaitu Mapaba Akbar. “Kami berharap ada sahabat/i dari bontang yang bisa dikirim untuk mengikuti kegiatan tersebut agar bisa menjadi cikal bakal pengurus PMII Bontang yang akan datang”tuturnya.

Baik dari Ketua KNPI maupun Ketua IPNU Bontang, kedua-duanya siap untuk memfasilitasi dan membantu kegiatan kaderisasi yang ada di PMII demi terbentuknya kembali PMII Cabang Bontang.(NS)

PMII Kutim dalam menyambut Hari Kesaktian Pancasila dan Tahun Baru Islam


Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kutai Timur mengadakan kegiatan Refleksi hari kesaktian pancasila dan peringatan tahun baru Islam yang diselenggarakan pada hari Minggu (02/10/2016). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Sekretariat PMII yang di hadiri oleh seluruh Kader serta anggota dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kutai Timur. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk merefleksikan perjalanan dari hari kesaktian pancasila dan tahun baru islam dimana PMII ingin membangun kembali semangat Nasionalme dan Keagamaan.

Dalam penjelasannya, Sismanto selaku pemateri dalam kegiatan tersebut mengatakan bahwa Islam dan Pancasila merupakan sebuah kesatuan yang tidak bisa dipisahkan, perjalanan bangsa ini juga tidak lepas dari peran para pahlawan dan ulama, nilai-nilai yang terkandung didalam pancasila merupakan rumusan yang dibuat oleh para pendiri bangsa dan disetujui oleh para ulama karena tidak bertentangan dengan nilai-nilai dan sesuai dengan yang diaajarkan didalam agama Islam. “Negara Indonesia merupakan negara multikultural yang harus kita jaga warisannya, itulah yang mampu menyatukan kita, walaupun kita berbeda NKRI harga Mati”, pungkasnya.

Abdul Azis, ketua pelaksana kegiatan Refleksi peringatan tahun baru islam dan hari kesaktian pancasila menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan kolaborasi antara Islam dan Nasionalisme karena mengingat waktu moment peringatannya yang berdekatan. “Hari ini nilai-nilai yang terkandung didalam pancasila sudah mulai luntur, nilai-nlai kegamaan pun juga tidak terlalu terlihat menonjol sehingga perlu dilaksanakan kegiatan refleksi agar kita paham tentang makna pancasila dan makna dari tahun baru Islam dan mampu untuk memperbaiki diri”, tuturnya.

Hari kesaktian pancasila dapat kita maknai bahwa sebagai bangsa Indonesia harus mampu menanamkan nilai-nilai Pancasila didalam setiap lini kehidupan karena pancasila merupakan simbol dan dasar dari negara Indonesia yang telah dirumuskan oleh para pendiri bangsa dan ulama-ulama. “Seorang warga pergerakan wajib memperingati Hari Kesaktian Pancasila dan tahun baru islam agar kita tahu bagaimana sejarah bangsa Indonesia dari segi kolaborasi antara agama dan nasionalisme, kemerdekaan negara ini tidaklah lepas dari perjuangan para ulama dan santri untuk memerdekakan negara Indonesia, dengan adanya kegiatan ini mampu menimbulkan marwah (semangat) dari warga pergerakan”. tutur Suci Nastiti Ketua Umum PMII Cabang Kutai Timur. (NA)