PMII Kembali Sholat

Merenungi Keadaan dan Kembali ke Tujuan Organisasi

Pentingnya Pendidikan Politik Sejak Dini

Contoh Kegiatan Politik Yang Tidak Mendidik

PMII Kutai Timur Gelar Konfercab

Konfercab PMII Cabang Kutai Timur

Sosok Kartini Masa Kini Telah Pergi

Sosok Inspirasi Pemudi Masa Kini

Noda Hitam Pesta Demokrasi

Pesta Lima Tahunan Yang Harus Dikawal Bersama

Lahan Pertanian Menipis, PB PMII Soroti RTRW Nasional


JAKARTA – Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII), Aminuddin Ma’ruf meminta seluruh cabang PMII agar serius mengawasi tata ruang daerah. Pasalnya, RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) yang tak beres, menjadi salah satu faktor utama menipisnya lahan pertanian .

“Kiranya penting merumuskan bagaimana pengelolaan tata ruang yang berkeadilan, tidak hanya distribusi tanah dan faktor produksi. Tapi bagaimana pemerintah bisa menata, khususnya ini akan menjadi persoalan yang luar biasa bagi kota-kota yang mengelilingi Ibukota,” ujar Amin pada Agrarian Informal Meeting PMII di Jakarta (28/9).

Amin mengatakan, terdapat kekhawatiran ketika pembangunan Indonesia ke depan akan terus menggusur daerah pertanian. Menurutnya, hal tersebut akan sangat berdampak pada tingginya harga kebutuhan pokok.

“Ketika pembangunan menggusur daerah pertanian dan resapan, akan terus mengurangi daerah yang mensuplai bahan makanan. Sehingga pada akhirnya harga kebutuhan pokok akan semakin tinggi, inflasi akan semakin tinggi, sehingga kesejahteraan masyarakat akan semakin menurun,” ujarnya.

Selain itu menurutnya, tanah menjadi faktor produksi utama yang berpengaruh langsung terhadap produktifitas masyarakat yang dalam hal ini adalah petani. Sehingga pentingnya pengawasan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) untuk tetap menjaga produktifitas petani.

“Bagaimana mereka bisa produktif kalau tanah saja mereka tidak punya,” tegasnya.

Terkait hal tersebut, PB PMII dikoordinir oleh Ketua PB PMII Bidang Agraria dan Lingkungan Hidup Syarif Susanto dan Sekretaris Taufik Nurrohim, menginisiasi ‘agrarian informal meeting’ PMII untuk mengevaluasi dan merumuskan tata ruang dan reformasi agraria yang berkeadilan.

“Di sinilah tugas PMII sebagai agen of social control, untuk bagaimana mengawal tata ruang agar sesuai dengan apa yang tertuang dalam RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah). Baik di kabupaten, provinsi maupun nasional,” ujarnya.(Poy)

Rayon KTP Tarbiyah dan Rayon Orbit Syariah, Kompak Adakan Pelatihan Public Speaking



Sabtu, 24/09/2016 Rayon Ki Ageng Tunggang Parangan dan Rayon orbit Syariah Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat STAI Sangatta kompak mengadakan kegiatan Pelatihan Public Speaking untuk mahasiswa/i baru Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Sangatta yang tergabung dalam anggota baru PMII Angkatan Marang Ulin. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Pantai Kenyamukan dan dihadiri oleh Pengurus serta anggota baru PMII Rayon Ki Ageng Tunggang Parangan Tarbiyah dan Rayon Orbit Syariah.

“Pelatihan Public Speaking ini sengaja kami laksanakan untuk mengasah kemampuan berbicara atau retorika sahabat-sahabat khususnya bagi anggota baru PMII agar mampu beretorika sesuai dengan pembahasan yang dijadikan tema dan mampu bersaing dengan teman-teman yang lain”, tutur Peri Sandria selaku Ketua Rayon KTP Tarbiyah.

Dalam sambutannya Ketua Rayon Orbit Syariah, Abdul Rahman mengatakan “Sahabat PMII harus mampu menunjukkan bahwa sahabat-sahabat memiliki kualitas yang lebih dibandingkan dengan mahasiswa/i baru yang lain yang tidak mengikuti organisasi atau bahkan yang mengikuti organisasi lain. Kami sengaja mengundang para senior Pengurus Cabang khususnya Ketua Umum dan Bagian Kaderisasi untuk dapat menjadi Fasilitator dalam kegiatan tersebut, agar kegiatan tersebut bisa berjalan dengan maksimal dan memudahkan sahabat-sahabat baru untuk belajar beretorika”, pungkasnya. (NS)


Menjaga Kesatuan, Menpora Ingatkan Tugas PMII


JATIM – “Dengan olahraga, perbedaan suku, agama, dan adat istiadat tidak akan ada artinya saat berlaga di lapangan, yang ada hanya merah putih”.
Demikian dikatakan Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi saat menghadiri kegiatan Pelantikan Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) di di Balai Pemuda Jawa Timur, Sabtu (3/9). Menurutnya, PMII sebagai organisasi kemahasiswaan memiliki tugas penting untuk turut merekatkan perbedaan tersebut.
“Ini merupakan salah satu tugas generasi muda di PMII untuk merekatkan perbedaan yang ada, dan tetap tawazul sesuai ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, menteri yang biasa disapa Cak Imam ini juga mengajak seluruh pemuda di Indonesia untuk memasyarakatkan olahraga. Ia meyakini, bahwa olahraga mampu menyelesaikan banyak hal.
“Misalnya sebelum memulai kongres bisa dilakukan festival olahraga terlebih dahulu. Hal ini terbukti efektif karena setelah olahraga semua energi negatif sudah terbuang, sehingga semua peserta kongres lebih fresh (Segar),” terangnya.
Terkait persiapan PON yang akan diselenggarakan pada tanggal 9 September 2016 nanti, ia berharap Pemprov Jawa Timur siap menyambut ribuan peserta dari seluruh Idonesia. Menurutnya, Jatim sangat pantas menjadi tuan rumah PON karena telah melahirkan olimpian seperti Tantowi Ahmad.
“Tantowi Ahmad memang asli Banyumas namun pernah mondok di PP. Queen Al Falah Kediri selama tiga Bulan,” jelasnya.
Di sisi lain, Gubernur Jawa Timur, Soekarwo yang juga hadir dalam pelantikan PCK PMII Jawa Timur tersebut berharap, PMII dapat memberi kontribusi positif untuk kemajuan Jawa Timur. “Hal ini sesuai teori Capra yang menjelaskan bahwa negara yang maju adalah yang berbasis etika dan moralitas, terlebih pemuda yang bergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) juga berbasis spiritual,” tutur Gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo.
PMII, menurut Gubernur dua periode tersebut memiliki modal utama menghadapi pasar bebas yakni basis spiritual dan etika. Dua modal itu dapat digunakan PMII untuk mengembangkan potensi ribuan kader, tentu menghindari menjadi penonton di negeri sendiri. Pemprov Jatim, jelas Pakde Karwo, mengapresiasi setiap anak muda yang bersemangat dan bersedia menjadi agen perubahan untuk kesejahteraan masyarakat Jawa Timur.
“Persaingan pasar bebas tidak lagi dapat dihindarkan, untuk itu mahasiswa dan pemuda agar dapat merespon kompetisi tersebut dengan melakukan gerakan ekonomi. Pemprov Jatim telah melakukan berbagai upaya agar pertumbuhan ekonomi Jawa Timur tetap tumbuh meski Indonesia sempat mengalami krisis,” ujarnya.
Selain Menpora dan Gubernur Jatim, pelantikan PCK PMII Jatim juga dihadiri oleh Ketua Ikatan Alumni PMII Jatim Mujahid Ansori, Ketua Pengurus Besar (PB) PMII Aminuddin Makruf dan Salah satu pendiri PMII, KH Nuril Huda. Sebanyak 2000 kader PMII dari seluruh cabang kabupaten/kota hadir meramaikan Pelantikan yang dirangkai dengan Halaqah Akbar Ikatan Alumni PMII.(Lukman Hakim/Poy)